Home Blog Page 5520

Kisah Ikan Eka

Dari kiri: Teguh, Aguan, DI's Way dan Franky di acara mengenang Eka Tjipta Widjaja
Dari kiri: Teguh, Aguan, DI’s Way dan Franky di acara mengenang Eka Tjipta Widjaja

Oleh : Dahlan Iskan

Waktu Pak Eka Tjipta Widjaja meninggal saya tidak bisa melayat. Saya lagi keliling Taiwan. Dari Taipei saya menulis naskah panjang. Untuk mengenangnya. (Lihat DI’s Way: disway.id/r/344/eka-tjipta ).

Minggu malam kemarin saya bisa hadir. Ketika diadakan acara mengenang Pak Eka. Tepat di hari ke-35 meninggalnya. Sekaligus itulah untuk pertama kali saya ke Tzu Chi Center. Yang megah itu. Yang di Pantai Indah Kapuk Jakarta itu.

Moderator dan empat anak Pak Eka.

Empat anak Pak Eka hadir.

Teguh Ganda Widjaja si sulung. Yang belakangan lebih banyak mengurus grup usaha yang di Tiongkok.

Franky Widjaja, si bungsu juga hadir. Yang lebih banyak urus sektor minyak goreng dan kebun sawit.

Indra Widjaja juga. Yang lebih fokus ke usaha bank dan keuangan.

Pun Sukma Widjaja, putrinya. Yang kelihatan awet muda.

Empat anak lainnya tidak hadir.

Frankle Widjaja lagi di Shanghai. Ia fokus di usaha propertinya yang di sana. Termasuk hotel Westin yang megah di pusat kota Shanghai.

Mokhtar Widjaja satu-satunya perokok berat juga absen.

Sedang Hong Leong, satu-satunya yang sejak awal bikin usaha sendiri, lagi di Singapura. Ia memang merintis usahanya di negara tetangga itu. Pun sampai sekarang lebih banyak hidup di sana.

Agama anak-anak Pak Eka beragam: Kristen, Katholik, Budha. Tapi semuanya menjadi aktivis Budha Tzu Chi. Ikut almarhum bapaknya. Yang menjadi Kristen sejak menikah dengan isteri kedua. Tapi tetap menjadi promotor utama Tzu Chi di Indonesia.

Empat anaknya yang hadir itu memberikan kesaksian. Mengenang sang bapak yang istimewa.

Teguh misalnya, ingat benar. Bagaimana diterjunkan ke Sulawesi Utara. Untuk memahami bisnis kopra sedalam-dalamnya. Sampai harus tidur di mana saja dan makan apa saja. Atau tinggal di mess perusahaan yang tidak berpengatur udara. Harus naik truk mengikuti angkutan kopra. Ke pelabuhan dan ke mana saja.

Kunci sukses Eka, menurut Teguh, sangat sederhana. “Jadilah manusia dulu sebelum jadi pengusaha”.

Eka, kata Teguh, sangat percaya: sukses itu 70 persen karena kerja keras. Yang 30 persen karena gabungan antara kesempatan dan nasib baik. Karena itu berbuat baik adalah penting.

“Kebaikan akan menghasilkan kebaikan,” katanya. Hasil kebaikan itulah yang menentukan faktor 30 persen suksesnya.

Eka selalu mau untuk berbuat baik. Dengan memanfaatkan kekayaannya.

Untuk itu ia harus tahu siapa yang paling ahli berbuat baik. Pilihannya jatuh ke Budha Tzu Chi. Maka lewat Tzu Chi-lah ia lebih banyak mempercayakan misi berbuat baiknya.

“Di Tzu Chi ini,” kata Aguan “dana sumbangan itu 100 persen untuk disalurkan”. Aguan adalah Wakil ketua Tzu Chi Indonesia. Biaya penyaluran tidak boleh diambil dari sumbangan. Pun biaya operasional lainnya. “Relawan sendiri yang harus berkorban untuk operasional,” ujar Aguan.

Aguan menyanyi untuk Pak Eka.

Selesai acara itu Aguan akan terbang ke Palu. Dengan pesawat pribadinya. Tzu Chi lagi membangun 2.000 rumah. Untuk korban gempa Palu.

Hal serupa dilakukan di Lombok, Aceh dan di mana saja. Persoalannya hanya satu: Tzu Chi selalu ingin membangun rumah yang layak. Tapi pemerintah membatasi biaya per rumah tidak boleh lebih Rp 50 juta.

Keterlibatan Eka di Tzu Chi bermula tahun 1998. Saat terjadi reformasi. Jakarta dilanda kerusuhan. Eka berkunjung ke Hualian, Taiwan. Ke pusatnya Tzu Chi. Bertemu Master Chen Yan. Seorang wanita. Yang mengabdikan hidupnya untuk Budha. Yang di sana dipanggil Shang Ren.

Eka bertanya pada Shang Ren: dalam keadaan Jakarta rusuh seperti itu apa yang harus dilakukan.

Shang Ren menjawab: kasih sayanglah yang harus dilakukan. Yang dalam bahasa Mandarin diistilahkan dengan DAAI (baca: ta ai). Hanya kalau ada ‘ta ai’ bisa damai.

Eka merasa pas dengan jawaban itu. Ia pulang ke Jakarta. Tidak khawatir dengan apa yang terjadi. Ia mantap dengan tekad barunya. Ia salurkan bahan makanan. Yang lagi sangat diperlukan pada situasi saat itu. Ia bagikan beras 80 ton. Dan banyak lagi.

Untuk penyalurannya ia gunakan karyawan Sinar Mas. Belum banyak aktivis Tzu Chi waktu itu.

Tzu Chi menerima aktivis dari agama apa pun. Tidak usah khawatir akan diminta pindah agama.

Tzu Chi tidak punya aturan sembahyang sendiri. Silakan saja sembahyang dengan cara masing-masing. Juga tidak punya tempat ibadah. Dilarang membangun rumah ibadah Tzu Chi.

Sembahyangnya Tzu Chi adalah berbuat baik. Membantu orang. Dan menyayangi orang.

Eka sangat cocok dengan prinsip itu.

Di antara anaknya, Franky-lah yang paling aktif di Tzu Chi.

Tapi Franky akan punya ‘pesaing’ baru. Saudara perempuannya sendiri.

Kemarin malam itu Sukma bersaksi: mulai sekarang saya akan lebih aktif di Tzu Chi.

Sukma akan meneruskan keyakinan ayahnya itu.

Sukma ini menarik. Dia tahu diri. Dia adalah anak wanita di keluarga Tionghoa zaman dulu. Yang masih memegang prinsip lama: anak wanita tidak perlu sekolah. Cukup di rumah. Membantu ibunya kerja di dapur. Dan momong adik-adiknya.

Karena itu ketika bapaknya sudah pindah ke Surabaya Sukma masih bersama ibunya di Makassar. Ketika bapaknya pindah ke Jakarta Sukma juga masih bersama ibunya. Ketika kakak-adiknya sudah sekolah di luar negeri Sukma masih juga di Makassar.

Tapi bagaimana Sukma menjadi begitu pintar? Tidak kalah dengan saudara-saudaranya?

“Saya ini juga lulusan perguruan tinggi,” kata Sukma. “Namanya Universitas Eka Tjipta Widjaja,” katanya. Yang disambut grrrr oleh sekitar 1000 orang. Yang malam itu memenuhi aula Tzu Chi Center.

Hanya saja yang lain lulus universitas dalam waktu 4 atau 5 tahun. Sukma baru lulus setelah 16 tahun.

Selama itulah Sukma digembleng sendiri oleh bapaknya. Justru Sukma-lah yang pertama dipercaya menulis angka di cheque bank.

Pernah Sukma salah dalam menulis angka rupiah. Nol-nya kelebihan. Eka memarahinya habis-habisan. Di bentak-bentak: betapa bahayanya salah dalam menulis angka di lembaran cheque.

Di universitas beneran tidak seperti itu. Pun kalau salah menulis jawaban tidak akan sampai dimarahi dosen sampai begitu.

Bagaimana dengan Hong Leong? Yang dianggap membelot? Yang sejak awal memilih merintis usaha sendiri?

Eka sangat kecewa. Jengkel. Marah. Tapi Hong Leong ternyata sukses. Menjadi pengusaha properti terkemuka di Singapura.

Banyak yang berharap akhirnya Eka harus memuji anaknya itu. Tapi pujian tidak pernah datang.

Suatu saat teman Eka menggodanya: Anakmu itu hebat lho. Sukses besar di Singapura.

Eka tidak terlalu mengambil perhatian. Tapi temannya itu terus bicara tentang kesuksesan Hong Leong. Akhirnya Eka nyeletuk: Singa tidak akan melahirkan anak anjing!

Hong Leong akhirnya mendengar bocoran cerita tentang ‘singa yang tidak akan melahirkan anak anjing’ itu. Sang anak sangat terharu. Ternyata sang bapak memuji kesuksesannya. Sebengal apa pun awalnya. Hanya saja pujian itu disimpan di lubuk hatinya yang paling dalam.

Beberapa non-keluarga juga memberi kesaksian malam itu. Salah satunya Stephen Huang. Yang dikirim Shang Ren ke Jakarta. Sebagai utusan khususnya. Shang Ren tidak pernah ke luar Taiwan. Tidak mau naik pesawat terbang.

“Semua bilang Pak Eka itu orang yang tegas dan selalu serius,” ujar Huang dalam bahasa Mandarin. “Tapi Pak Eka itu sangat suka humor,” tambahnya.

Kedatangan Huang selalu ditunggu Eka. Untuk didengar cerita-cerita humornya.

“Malam ini saya akan ceritakan dua saja. Yang paling disukai pak Eka,” ujar Huang. Yang kini tinggal di Los Angeles, Amerika.

Yang pertama kisah kasir. Yang ditodong pistol di dahinya. Dirampok.

“Saya mau saja memberikan uang ini. Tapi akan ada masalah besar,” ujar si kasir.

“Masalah apa?,” tanya si perampok.

“Kalau uang ini saya berikan bos saya pasti tidak percaya kalau saya bilang dirampok. Saya tetap akan dibilang korupsi. Saya akan dipecat,” jawabnya.

“Maumu bagaimana?,” tanya perampok.

“Tembaklah topi saya ini dua kali. Biar topi saya berlubang.”

Dor. Dor.

“Tembak juga baju saya ini dua kali.”

Dor. Dor.

“Tembak juga celana saya ini dua kali.”

Dor. Dor.

Si kasir tahu benar hitungan. Pistol itu isinya hanya enam peluru. Maka ditinjulah perampok itu.

Eka senang humor seperti itu. Ada kecerdikan di dalamnya. Seperti merefleksikan kecerdikan dirinya.

Humor kedua tentang lomba mengukir kayu. Yang diadakan raja. Taruhannya hadiah besar. Bagi yang ukirannya paling mirip gambar ikan.

Raja memutuskan pengukir pertama yang menang. Pengukir kedua protes. Ukirannyalah yang lebih baik.

Raja tetap pada putusannya. Hasil ukiran pertama memang lebih sempurna.

“Dalam lomba ini juri yang paling tepat adalah kucing,” kata pengukir kedua. “Kucing-lah yang paling tahu mana yang lebih mirip ikan,” tambahnya.

Raja manggut-manggut. Mengakui alasan pengukir kedua. Lalu dipanggillah kucing. Akan dilihat. Mana yang lebih menimbulkan selera untuk dimakan.

Sang kucing ternyata mendatangi ukiran ikan kedua. Menjilat-njilatnya lama.

Maka pengukir kedualah yang kemudian dinyatakan menang.

Dapat hadiah besar.

Kemudian hari si pengukir kedua membuka rahasia kemenangannya.

“Alat ukir yang saya pakai itu saya olesi ikan bakar,” katanya.(dahlan iskan)

Rupiah Melemah selama 5 Hari Terakhir

Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.
Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –  Tekanan di pasar keuangan Asia turut mengganjal langkah rupiah. Selasa (5/3/2019) pukul 10.46 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.140 per dollar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07 persen dari kurs penutupan perdagangan kemarin pada Rp 14.130 per dollar AS.

Posisi Ini adalah posisi terlemah rupiah sejak 25 Januari 2019. Rupiah melemah dalam lima hari perdagangan berturut-turut.

Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) hari ini berada di level Rp 14.146 per dollar AS, menguat tipis dari posisi kemarin pada Rp 14.149 per dollar AS. Sejumlah sentimen negatif global ikut memengaruhi pergerakan rupiah.

Semalam, AS merilis data konstruksi bulan Desember yang turun. Hal ini dikhawatirkan bisa menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi AS.

Pagi ini, China pun mengumumkan pemangkasan target pertumbuhan ekonomi dari 6,5 persen menjadi 6 persen tahun ini. China juga merilis sejumlah target dan stimulus untuk mendorong permintaan domestik. Pemangkasan target dan rencana stimulus ini mengerek nilai tukar yuan terhadap dollar AS. Hanya mata uang yuan yang hari ini menguat terhadap dollar AS di kawasan Asia.

Rupiah bersama mata uang lainnya tergerus. Penurunan paling dalam tampak pada kurs peso yang melemah 0,65 persen, disusul baht 0,13 persen, dan rupee 0,13 persen. Sementara indeks dollar mulai merangkak ke level 96,7. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini menguat dalam lima hari berturut-turut. (Wahyu Tri Rahmawati/kps)

Tiket Kapal di Danau Toba Dijual Online

PEMBANGUNAN: Pelabuhan penyeberangan Tigaras, satu dari delapan pelabuhan yang dibangun Kementerian Perhubungan dalam tahun ini.
PEMBANGUNAN: Pelabuhan penyeberangan Tigaras, satu dari delapan pelabuhan yang dibangun Kementerian Perhubungan dalam tahun ini.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pemerintah tidak hanya sekadar membangun delapan pelabuhan penyeberangan di Kawasan Danau Toba. Namun juga menata dan mengelola kedelapan pelabuhan tersebut secara profesional dan modern, sesuai prosedur keselamatan pelayaran. Tujuannya, untuk memberi keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan dan masyarakat yang akan menyeberangi perairan danau terbesar di Asia Tenggara itu.

PENATAAN pelabuhan penyeberangan itu akan dilakukan secara bertahap, sembari menunggu kedelapan pelabuhan tersebut selesai dibangun oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini.

“Pastinya, pelabuhan atau dermaga akan berkonsep pariwisata. Di mana wisatawan di pelabuhann

nantinya akan disajikan kuliner dan perbelanjaan souvenir khas Danau Toba,” kata Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pengelolaan Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo kepada Sumut Pos, Senin (4/3).

Kedelapan pelabuhan yang dibangun Kemenhub tersebut yakni pelabuhan Ajibata, Ambarita, Simanindo, Tigaras, Muara, Balige, Tongging dan Marbun Toruan. Arie memastikan, pelabuhan yang akan dibangun tersebut akan memberikan pelayanan berkelas dunia di danau kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu.

“Kita sudah berbicara tentang pengelolaan tiket penyerangan di Danau Toba kepada Kemenhub. Kita ingin mengelolanya seperti yang dilakukan Pak Ignasius Jonan saat mengelola kereta api, yakni pemesanan tiket kereta api via online,” ungkap Arie.

Jadinya, kata Arie, dia ingin pemesanan tiket Kapal Motor Penumpang (KMP) penyeberangan di Danau Toba juga dapat dilakukan secara online. Dengan begitu, tidak seluruhan pembayaran atau transaksi dilakukan di pelabuhan sebelum kapal berangkat. “Penumpang atau wisatawan dapat melakukan pembelian tiket dengan jadwal kapal penyerangan. Jadi, tidak terjadi penumpukan kenderaan bermotor di Pelabuhan. Karena, sudah membeli tiket terlebih dahulu. Kemudian, data penumpang atau manifest dapat diketahui secara jelas. Sudah seperti kita mau naik pesawat lah,” jelas Arie.

Pembelian tiket, kata Arie, bisa bekerjasama dengan platform yang ada seperti Traveloka, Bukalapak, dan lainnya. Kemudian bisa juga dibeli di minimarket terdekat seperti Indomaret dan Alfamart. Dengan begitu, membuat penumpang atau wisatawan lebih mudah mendapatkan tiket dan tidak perlu mengantre di pelabuhan.

“Pelabuhannya sudah oke. Sistem pembelian tiketnya juga ditata keseluruhannya. Betul-betul diberikan kenyamanan dan keamanan selama melakukan pelayaran di Danau Toba,” pungkas Arie.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Samosir, Ombang Siboro mengatakan, ada dua pelabuhan yang sudah dibangun Kemenhub di Kabupaten Samosir, yakni Pelabuhan Ambarita, dan Pelabuhan Simanindo. Menurutnya, pembangunan ini memberikan dampak positif dalam pengembangan pariwisata di daerah itu.

“Tapi harus disediakan juga toko-toko souvenir. Jadi pelabuhan pariwisata benar-benar memberikan nuansa pariwisata. Bukan untuk pelabuhan barang, orang, dan kendaraan saja,” tutur Ombang kepada Sumut Pos, kemarin siang.

Selain pelabuhan, kata Ombang, kapal motor penyeberangannya juga harus memberikan kenyamanan kepada penumpang atau wisatawan. Misalnya, wisatawan disediakan lokasi untuk berswafoto dari atas kapal sembari menikmati keindahan panorama Danau Toba selama pelayaran. “Jadi wisatawan tidak bosan berada di kapal. Mereka bisa juga menikmati perjalanan sembari berswafoto,” usul Ombang.

Lokasi untuk berswafoto ini, kata Ombang, bisa saja dibuat di anjungan kapal. “Jadi, Danau Toba secara otomatis terpromosikan dari wisatawan berfoto di atas kapal melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Untuk KMP Ihan Batak, sudah memenuhi kapal pariwisata. Seperti tempat duduk berAC. Tapi, harus ada arena menikmati alam Danau Toba dalam fasilitas kapal itu,” tandas Ombang.

Tol Binjai-Langsa Belum Prioritas Tahun Ini

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek Strategis Nasional (PSN) 2019 di Sumatera Utara (Sumut), selain masih memprioritaskan penuntasan pembangunan tol Medan-Binjai yang terkendala sengketa lahan, juga terfokus pada pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Kualatanjung dan tol Tebingtinggi-Siantar. Saat ini, kedua ruas tol tersebut masih proses pembayaran ganti rugi tanah masyarakat.

“Untuk progresnya, saya belum tahu. Sebab, tidak ada laporannya disampaikan kepada kami,” kata Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Anda Subrata menjawab Sumut Pos, Senin (4/3).

Tak hanya itu, sambung dia, rencana ke depan juga bakal terkoneksi pembangunan jalan tol dari Sumut hingga Aceh, dan Sumut hingga Riau yang menjadi bagian dari tol Trans Sumatera. Menurut Subrata, pembangunan ruas jalan tol Binjai-Langsa masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Namun menurutnya, pembangunan tol Binjai-Langsa itu belum prioritas dikerjakan tahun inin

“Termasuk itu nanti dari Tebingtinggi, Siantar sampai Sibolga. Secara detil kajiannya juga sudah ada itu,” katanya.

Kemudian selanjutnya untuk PSN 2019 di Sumut yang akan difokuskan adalah pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba. “Kalau di bidang saya adalah soal infrastruktur. Ini yang terus dikejar terutama infrastruktur se-kawasan Danau Toba. Termasuk peningkatan kualitas jalan dari provinsi ke nasional. Lalu untuk kepariwisataannya juga ada,” katanya.

Ia menambahkan, berkaitan KSPN Danau Toba sudah masuk pada PSN dan sudah disinkronisasi ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018-2023. “Jadi dari pusat ke daerah, lalu daerah ke kabupaten/kota sudah bersinergi menyiapkan KSPN yang telah ditetapkan pemerintah. Kami tetap mendorong kabupaten/kota untuk menindaklanjuti segala program pusat tersebut,” katanya.

Kepala Bappeda Sumut H Irman sebelumnya mengatakan, sejumlah PSN 2019 masih sama seperti 2015 lalu. Hanya saja ada beberapa PSN yang akan dikejar penyelesaiannya tahun ini, seperti operasional Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung, jalan tol Medan-Binjai, dan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi. “Tapi itu sudah dianggap selesai, mengingat pekerjaannya yang hampir rampung meski masih ada sedikit persoalan didalamnya,” katanya.

Begitu juga dengan pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan KSPN Danau Toba, kata dia, akan mulai dikerjakan tahun ini. Salah satu fokusnya ialah melakukan pembebasan dan ganti rugi lahan. “Seperti jalur tol Tebingtinggi-Kualatanjung yang mana akan terkoneksi. Itu nantinya kalau dari arah Tebingtinggi mengarah langsung ke Limapuluh. Begitu juga jalur kereta api dari Belawan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, dan masih masuk PSN 2019. Tapi memang masih terkendala di pembebasan lahan masyarakat,” katanya.

Termasuk wacana pembangunan Jalan Tol Kisaran-Rantauprapat dan Tebingtinggi-Siantar yang masuk PSN sesuai Peraturan Presiden Nomor 56/2018, sambungnya, sudah ada kajian atas trase tersebut hanya saja belum dilakukan pembebasan lahan. Jika memungkinkan bisa saja pembebasan lahan mulai dilakukan tahun ini secara bertahap.

“Sebenarnya yang paling ditunggu adalah rampungnya proyek Pelabuhan Kuala Tanjung sehingga dapat segera beroperasi. Sama jalan tol Kualanamu-Tebing, yang sudah ada kajian sebelum dilakukan pembayaran ganti rugi nantinya. Sudah ada trasenya untuk itu meski sengaja masih dirahasiakan, mengantisipasi kebocoran informasi pembebasan lahan yang bisa dimaknai berbeda oleh kelompok masyarakat. Di satu sisi, pemerintah juga tidak bisa menggusur rakyatnya begitu saja, karena meski melakukan pendekatan persuasif,” kata mantan Kepala Bappeda Deliserdang ini. (prn)

Giliran Ferry Kaban Segera Disidang

istimewa GILIRAN: Ferry Suando Tanuray Kaban segera mendapat giliran untuk menjalani sidang.
istimewa
GILIRAN: Ferry Suando Tanuray Kaban segera mendapat giliran untuk menjalani sidang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan ýanggota DPRD Sumut, Ferry Suando Tanuray Kaban. Berkas penyidikan Ferry Suando dilimpahkan ke tahap penuntutan, Senin (4/3).

Ferry merupakan mantan anggota DPRD Sumut yang terjerat dalam kasus dugaan penerimaan suap berupa gratifikasi atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. “Ada satu orang yang dulu pernah jadi DPO KPK, itu penyidikannya sudah selesai. Artinya, sudah dilakukan pelimpahan dari penyidik ke penuntut umum untuk tersangka FST. Nanti penuntut umum akan menyiapkan dakwaannya,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Tim Jaksa Penuntut Umum mempunyai waktu 14 hari masa kerja untuk merampungkan berkas dakwaan Ferry Suando. Rencananya, persidangan terhadap Ferry Suando akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta. “Persidangan rencana akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat,” kata Febri.

Selama proses penyidikan Ferry Suando, kata Febri, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sekira 175 orang saksi. 175 saksi tersebut diperiksa untuk seluruh tersangka dari anggota DPRD Sumut.

Sebelumnya, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menjadi buronan setelah KPK mengirimkan surat kepada Kapolri melalui NCB-Interpol Indonesia tentang daftar pencarian orang (DPO). Surat DPO disampaikan pada 28 September 2018. Ferry akhirnya menyerahkan diri melalui kepolisian dan diantar ke KPK pada Jumat (1/1) lalu.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Adapun ke-38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembilan.

Kemudian ada Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Sejumlah tersangka tersebutý telah diadili dan didakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta. Bahkan, sebagiannya telah divonis bersalah karena menerima suap dari Gatot Pujo Nugroho. (bbs)

Gigit Polisi, Pria Gay Ditembak

ist LESU: Taufik R Gani lesu saat diboyong ke ruangan penyidik. Pria gay ini ditangkap karena membongkar toko Iplug dan menghina Presiden ri.
ist
LESU: Taufik R Gani lesu saat diboyong ke ruangan penyidik. Pria gay ini ditangkap karena membongkar toko Iplug.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Taufik R Gani (25) terpaksa ditembak personel Satreskrim Polrestabes Medan. Pria gay ini harus dilumpuhkan karena menggigit polisi saat akan ditangkap di Medan.

TAUFIK merupakan pelaku pembongkaran Toko IPlug di Jalan Kesawan, Medan. Warga Desa Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Medan, Sulawesi Utara ini ditahan di Mapolrestabes.

Pelaku ditangkap tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan bersama Polres Manado, 11 Februari 2019 di tempat persembunyiannya di Kota Medan. Sesekali pria berkulit kuning langsat itu tampak menahan tangis.

“Kita menangkapnya berkat rekaman CCTV toko. Dari beberapa bukti dan ciri fisik berupa tato di lengan kanannya dan di dekat bahu, dia (Taufik) yang mencuri 26 unit IPhone dan 5 unit laptop merek Apple,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha ketika menggelar konferensi pers di depan kamar jenazah RS Bhayangkara, Medan, Senin (4/3)

Diterangkan Putu, usai mencuri kemudian ia kabur ke Jakarta dan Bali. Sementara untuk I-Phone yang ia curi, telah dijualnya kepada seorang penadah di daerah Jawa Tengah.

Dari situ, ia mendapatkan uang ratusan juta rupiah.

Menurut Putu, pelaku cukup aktif menggunakan media sosial. Tertangkapnya dia berdasarkan pencocokan ciri fisik dari rekaman CCTV sejumlah unggahan dirinya. Paling mencolok, tato berbentuk gelang di tangannya.

“Pelaku ini juga pernah diamankan di Manado tahun 2016 dengan kasus penyebaran film porno,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pemilik toko IPlug merugi hingga mencapai Rp500 juta dari puluhan Iphone dan laptop merek Apple itu. Rata-rata, tiap IPhone tersebut berharga Rp25 juta.

“Dari penjualan IPhone curian itu, tersangka dibayar Rp150 juta berdasarkan pengakuannya,” ungkap Putu.

Dari pelaku, petugas mengamankan satu unit IPhone lengkap dengan kotak dan uang tunai Rp 71 juta.

Dalam penangkapan itu, sambung Kasat, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur lantaran mencoba menggigit petugas saat dibekuk.

“Saat itu pelaku mencoba lari dengan cara berusaha mencoba menggigit pelaku, “ katanya.

Bagaimana pelaku bisa masuk ke toko yang berada di pinggir jalan umum itu? Kata Putu, pelaku mencongkel pintu rolling door toko tersebut.

“Dari rekaman CCTV yang kami dapat, pelaku bekerja sendiri. Dia merusak kunci rolling door yang paling ujung dengan tang,” ungkapnya.

Selain melakukan pencurian, pelaku ini juga melakukan penghinaan terhadap Presiden Jokowi melalui rekaman video yang ia unggah sambil memamerkan tumpukan uang.

“Dalam video yang di-uploadnya, ia memamerkan tumpukan uang dan diduga menghina Presiden Jokowi. Untuk kasusnya, ia kami jerat dengan kasus pencurian pemberatan dengan hukuman kurungan penjara sembilan tahun,” jelasnya.

Untuk diketahui juga, pelaku merupakan seorang gay. Hal itu terungkap berdasarkan sejumlah postingannya yang tak segan mengungkap orientasi seksnya ke media sosial.

Sekadar mengingatkan, pencurian toko IPlug di Jalan Kesawan Medan terjadi 19 Januari 2019. Kejadian itu pertama diketahui oleh penjaga toko, Raven, sekira pukul 09.15 WIB.(dvs/ala)

PTUN Tolak Gugatan Walhi, NSHE Apresiasi Putusan Hakim

no picture
Firman Taufick
Senior Executive for External Relations PT North Sumatera Hydro Energi (NSHE)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) mengapresiasi putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan yang memutuskan surat keputusan (SK) Gubernur Sumut tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PLTA Batang Toru telah sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Kita mengapresiasi putusan hakim PTUN. Dengan adanya putusan itu, kita akan melanjutkan pembangunan PLTA Batang Toru ini kembali, karena ini merupakan projek yang sangat esensial dan dibutuhkan masyarakat Sumut,” ungkap Vice President Communications and Social Affairs PT NSHE, Firman Taufick didampingi Dwipo Kuncoro selaku Konsultan KomunIkasi NSHE dari Intermax Communications, dalam temu pers di Hotel Santika Medan, Senin (4/3).

Ia menyebutkan bahwa selama proses persidangan, pihaknya juga banyak mengambil masukan dari para penggiat lingkungan maupun saksi ahli lainnya untuk membuat program-prograM litigasi.

“Kita juga sangat terbuka bagi ekspert maupun ahli-ahli lainnya yang ingin memberikan masukan-masukan terhadap proses pembangunan PLTA ini,” katanya.

Menurutnya, jika Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) melakukan banding, maka proses itu merupakan hal yang wajar.

“Hanya saja bandingnya dengan Pemprov Sumut. Jadi kita tidak layak mengomentarinya,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 MW telah memenuhi semua ketentuan dan peraturan yang berlaku termasuk untuk Amdal.

Selain memenuhi Amdal, PLTA Batang Toru juga telah melaksanakan kajian Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang menjadikan PLTA tersebut merupakan pertama di Indonesia yang melaksanakan Equatorial Principle. Bukan hanya itu, PLTA Batang Toru juga telah memiliki kajian-kajian gempa yang dipersyaratkan seperti geologi dan geofisika, termasuk Seismic Hazard Assesment dan Seismic Hazard Analysis.

“Dengan keluarnya putusan ini pula maka kami bisa fokus dalam pembangunan PLTA. Proyek ini ditunggu-tunggu masyarakat karena akan memberi manfaat pasokan energi pada saat beban puncak di Sumut,” sebutnya.

Proyek ini pun akan memberi manfaat ekonomi berupa lapangan kerja yang timbul dengan semakin kuatnya pasokan energi.

“Kita juga mengajak semua elemen untuk mendukung pembangunan ini. Kami juga mengundang para ahli untuk bekerja sama membuat program konkrit dalam menjaga ekosistem Batang Toru termasuk orangutannya,” katanya.

Diberitakan, majelis hakim PTUN Medan menolak gugatan terhadap Gubernur Sumut yang diajukan Walhi Sumut. Tak hanya ditolak, penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara.

Penolakan gugatan itu diputuskan dalam sidang yang berlangsung, Senin (4/3) di PTUN Medan, Jalan Bunga Raya Medan.

Bertindak sebagai hakim dalam perkara ini, Jimmy Claus Pardede, Effriandy dan Selvie Ruthyarodh.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Jimmy Claus Pardede menyatakan, dengan mempertimbangkan keterangan-keterangan saksi di persidangan, maka hakim memutuskan untuk menolak gugatan.

“Mengadili. Dalam eksepsi, menyatakan eksepsi tergugat tidak diterima. Dalam pokok sengketa, menolak gugatan penggugat seluruhnya. Menghukum penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp 300 ribu,” ujar Jimmy membacakan bagian putusan.

Semula Walhi Sumut mengajukan gugatan atas terbitnya SK Gubernur Nomor 660/50/DPMPPTSP/5/IV.1/I/2017 tertanggal 31 Januari 2017. SK ini memberi izin bagi PT NSHE untuk membangun PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan.

Dalam putusan tersebut majelis hakim menyatakan penolakan tersebut didasarkan pada beberapa kesimpulan. Di antaranya, penerbitan SK objek sengketa yang dinilai sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (prn/ila/ala)

Penyelundup 30 Kg Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap

IST/SUMUT POS SABU: Sebanyak 35 kg narkotika jenis sabu diamankan tim gabungan BNN dan Bea Cukai Medan dari empat orang tersangka.
IST/SUMUT POS
SABU: Sebanyak 35 kg narkotika jenis sabu diamankan tim gabungan BNN dan Bea Cukai Medan dari empat orang tersangka.

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai ( BC) Medan menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan Benu, Malaysia melalui Pantai Labu dan Batubara, Sumatera Utara, Kamis (28/2) lalu.

“PETUGAS meringkus para penyelundup di jalan lintas Sumatera Kelurahan Pagar Jati, Lubukpakam, Sumatera Utara. Dengan barang bukti 30 bungkus atau 30 kilogram diduga sabu yang terbungkus plastik teh China warna hijau,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam pesan singkat yang diterima, Minggu (3/3).

Dari penangkapan, tim mengamankan 4 tersangka. Keempatnya masing-masing, Dedi Iskandar (kurir), Surya Darma (kurir), Ibnu Hajar (kurir) dan Rahmadsyah (pengendali).

Selain sabu dan tersangka, petugas juga mengamankan 2 unit mobil, beberapa telepon genggam, kartu identitas tersangka dan uang tunai Rp6,6 juta. Menurut Arman, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat bahwa di wilayah Batubara, Sumatera Utara akan ada pengiriman sabu dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalur laut.

Selanjutnya, tim gabungan melakukan penyelidikan dan didapat informasi bahwa pengiriman sabu dari Malaysia menggunakan jalur laut.

Menggunakan kapal nelayan, dijemput langsung dari daerah Port Klang, Malaysia oleh seseorang bernama Ibnu alias Benu.

Setelah memasuki wilayah perairan Indonesia, kemudian bersandar di wilayah pantai Labu Deliserdang.

“Biasanya serah terima di tengah laut (ship to ship). Setelah tiba di pantai Labu, kemudian sabu tersebut dibawa menggunakan kendaraan roda empat oleh dua orang laki-laki,” kata Arman.

Pada saat mobil melintas di jalan raya Siantar, tim menghadang dan menangkap para pelaku. Petugas mengamankan dua orang, Dedi dan Surya.

Dari kedua tersangka, diamankan tiga kantong plastik warna hitam yang didalamnya berisi masing-masing 10 kantong sabu yang dikemas dalam plastik teh China berwarna hijau. “Berdasarkan keterangan kedua tersangka, kemudian dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka lain yang terlibat sindikat jaringan tersebut. Keduanya, Ibnu dan Rachmad,” kata Arman.

Saat ini, seluruh tersangka dan barang bukti dibawa ke BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur. (btr/ala)

Tak Kunjung Sidangkan Kasus Mujianto, Kejatisu, Kejagung & Presiden Digugat

GUGATAN: Kuasa Hukum Armen Lubis, memperlihatkan surat gugatan dengan tergugat Kejatisu, Kejagung dan Presiden ke pengadilan, Senin (4/3).
GUGATAN: Kuasa Hukum Armen Lubis, memperlihatkan surat gugatan dengan tergugat Kejatisu, Kejagung dan Presiden ke pengadilan, Senin (4/3).

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kejaksaan Agung (Kejagung RI) dan Presiden RI Joko Widodo resmi digugat di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Gugatan ini dilayangkan Armen Lubis, korban penipuan Mujianto.

“DIGUGATNYA dua lembaga penegak hukum dan presiden RI, dikarenakan tidak jelasnya proses penanganan hukum tersangka Mujianto hingga tidak kunjung disidangkan. Padahal berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap sejak Juli 2018,” ujar Armen Lubis melalui kuasa hukumnya, Arizal SH, MH, Minggu (4/3).

Akibatnya, korban merasa dirugikan, baik secara materil maupun in materil. Sehingga korban mengajukan gugatan untuk menuntut kerugian yang dialaminya sebesar Rp104 miliar kepada para tergugat.

“Ganti ruginya untuk materil sekitar Rp3,967 miliar lebih. Sedangkan kerugian in materil sebesar Rp100 miliar. Jadi kalau digabungkan materil dan in materil total sekitar Rp104 miliar,” kata Arizal kepada wartawan, Senin (4/3).

Dalam gugatan yang didaftarkan dengan nomor registrasi Reg. No:161/Pdt.G/2019/PN Medan tertanggal 4 Maret 2019, Kejatisu sebagai tergugat I, Kejagung RI tergugat II dan Presiden Jokowi tergugat III.

“Sebagai negara yang taat hukum, klien kami sudah pernah melakukan permohonan ke Kejagung RI, Kejatisu, Presiden RI, tapi tidak ada juga tanggapan,” ujar Arizal.

Namun, hingga saat ini berkas perkara Mujianto masih terkatung-katung dan belum dilimpahkan ke pengadilan. Arizal memandang, telah terjadi ‘akrobatik’ hukum yang dilakukan Kejatisu.

“Makanya, kami selaku kuasa hukum dari Armen Lubis, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh negara. Kenapa, bapak Jokowi selaku Presiden RI turut digugat? Karena kami yakin bapak Jokowi benar-benar ingin menegakkan hukum sebagai panglima tertinggi. Tapi, ini ada apa di bawahnya, kenapa perkara yang sudah P21 tidak kunjung dilimpahkan,” ucap Arizal.

Dia menambahkan, landasan hukum menjadikan presiden juga ikut digugat karena lembaga kejaksaan sebagai eksekutif, bertanggung jawab terhadap presiden selaku kepala negara.

Namun dia menegaskan, saat ini, terlepas Kejatisu masih mau melimpahkan berkas Mujianto atau tidak, bukanlah hal pokok bagi korban. Tetapi yang terpenting, agar kerugian yang dialami korban dapat dikembalikan oleh negara.

“Terserah Kejatisu masih mau melimpahkan berkasnya. Tapi secara hukum, kami berhak mengajukan gugatan. Supaya hukum benar-benar jadi panglima di negara ini,” ujar Arizal. Terpisah, menanggapi gugatan tersebut, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengaku belum menerima gugatan dari kuasa hukum Armen Lubis.

“Belum, belum kita belum terima surat gugatan, mereka kan baru mendaftar gugatan ke Pengadilan jadi belum ada. Belum bisa kita nyatakan sikap, karena kita belum terima apa isi gugatannya,” tandasnya. (man/ala)

Pelaku Hipnotis Berkeliaran di BSM

.
.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bagi warga Kota Binjai yang memiliki buah hati diharapkan berhati-hati saat melepas anak-anaknya di Binjai Supermall. Pasalnya, pelaku hipnotis modus tepuk bahu diduga berkeliaran bebas di Binjai Supermall.

Ini diketahui wartawan karena aksinya viral terekam CCTV. Bahkan, foto-foto (hasil screenshot CCTV) terduga pelaku yang mengenakan masker dan berpakaian seperti satuan pengamanan mall beredar di media sosial.

Pengunggah terduga pelaku hipnotis ini adalah seorang wanita bernama Indah Satrio, kemarin (3/3). Isinya sudah dipenuhi netizen yang berkomentar sebanyak 155 komentar. Bahkan, pengguna media sosial lainnya juga sudah membagikannya sebanyak 2.646 kali.

Beragam isi komentarnya. Ada yang bertanya bagaimana ceritanya hingga meminta aparat penegak hukum untuk dapat menangkap terduga pelaku hipnotis yang meresahkan masyarakat ini.

Akun Indah Satrio mengaku bahwa anaknya yang bernama Satrio alias Rio (13) dibawa oleh terduga pelaku hipnotis hingga ke Carefour, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan.

“Dibawa sampai Carefour anakku, untung saja masih bisa ingat pulang dia. Padahal kepalanya pusing katanya,” tulis Indah Satrio.

Meski buah hatinya kembali, namun telepon genggam anaknya raib. Informasi yang dihimpun, Rio bersama seorang temannya ke BSM usai pulang sekolah, kemarin (2/3).

Sampai di pusat perbelanjaan termegah di Kota Rambutan ini, Rio dan temannya kemudian dibuntuti oleh seorang pria.

Pria tersebut mengikuti mereka sejak masuk BSM hingga akhirnya berhasil membawa kedua anak-anak itu ke Medan. Menanggapi hal ini, Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan Sumut Pos.

“Informasi ini akan ditindaklanjuti. Saya akan berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur untuk menyelidikinya,” tandas Siswanto.

Sebelumnya, lima anak Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Binjai pun nyaris menjadi korban penculikan, Jumat 21 September 2018.

Kejadian ini sudah dilaporkan salah seorang orangtua murid, Puspa Sari Nur Harahap bersama anaknya Dio Revaldo ke Mapolres Binjai, Senin 24 September 2018.

Laporan warga Jalan Gunung Rinjani, Lingkungan III, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan itu diterima dengan Nomor 570/IX/2018/SPKT-A/Res Binjai. Dalam laporan tersebut, mereka pulang sekolah menuju BSM. Kemudian seorang pria bertubuh tidak begitu tinggi, berkulit putih seperti orang Thailand dengan kondisi mata merah dan juling menghampiri mereka.

Iming-imingnya, mereka dibawa ke Medan untuk bertanding futsal. Beruntung, kelimanya sadar ketika sampai di Medan. Alhasil, kelimanya mengadu ke Mapolsek Binjai Timur dan kini sudah kembali ke rumah. (ted/ala)