Home Blog Page 6241

Kapolda Pastikan Sumut Aman

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw ikut memantau persiapan fasilitas dan keamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Medan Johor, Selasa (26/6) siang.
Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw ikut memantau persiapan fasilitas dan keamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Medan Johor, Selasa (26/6) siang.

SUMUTPOS.CO – PILKADA Serentak 2018 digelar hari ini, Rabu (27/6). Kepolisian pun telah menyiagakan ribuan personel untuk mengamankan pesta demokrasi ini. Bahkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw ikut memantau persiapan fasilitas dan keamanan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Medan, Selasa (26/6) siang.

“Tinjauan yang kita lakukan ini untuk memastikan kesiapan di TPS-TPS di Medan untuk pencoblosan besok (hari ini, Red). Artinya, kita memastikan semua logistik aman,” sebut Paulus kepada wartawan saat meninjau logistik Pemilu di Kecamatan Medan Johor.

Paulus mengungkapkan, di Kecamatan Medan Johor, petugas KPPS sudah memastikan bahwa logistik yang akan digunakan untuk Pilgubsu aman dan tidak ada kendala. “Menurut petugas KPPS, sudah ada 31 kotak suara dan 62 bilik suara. Dimana, pengaman sudah pasti aman dan lancar serta masyarakat juga antusias untuk pencoblosan besok,” tutur Paulus.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga Pilgubsu dan Pilkada di Sumut berjalan lancar. Jika nanti ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan sesuai prosesur yang berlaku. “Mari kita jaga Sumut agar tetap aman dan damai. Kalau ada masalah ya kan ada Gakumdu,” jelas Paulus.

Beberapa lokasi yang dikunjungi Kapolda adalah kantor Kecamatan Medan Johor, TPS yang berada Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Baru, setelah itu pengecekan dilakukan di TPS jalan Thamrin dan kemudian ke TPS Komplek Cemara Asri. “Setelah saya cek, semua berjalan lancar, TPS nya bagus dan cantik, anggota juga sudah bersiaga untuk mengamankan besok,” kata Jendral Bintang Dua tersebut.

Ditahan Denmark, Prancis Juara Grup C

Pemain Prancis Antonio Griezman beberebut bola dengan pemain Denmark di Stadion Luzhniki, tadi malam.
Pemain Prancis Antonio Griezman beberebut bola dengan pemain Denmark di Stadion Luzhniki, tadi malam.

SUMUTPOS.CO – TIMNAS Prancis dipastikan menjadi juara Grup C Piala Dunia 2018 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Denmark pada laga di Stadion Luzhniki, Moskow, Selasa (26/6) malam WIB. Sementara di laga lainnya yang digelar bersamaan, Australia kalah dua gol tanpa balas dari Peru.

Laga Denmark versus Prancis tadi malam berlangsung kurang menarik. Pelatih Prancis Didier Deschamps memutuskan untuk menurunkan sejumlah pemain pelapis di laga ini. Tidak ada nama tenar seperti Paul Pogba dan Kylian Mbappe di barisan starter Les Bleus. Meski begitu tetap mampu mendominasi permainan melawan Denmark.

Peluang pertama didapat Prancis ketika tendangan cungkil Olivier Giroud berhasil diblok kiper Kasper Schmeichel pada menit ke-15. Satu menit kemudian giliran Raphael Varane yang mengancam gawang Denmark. Bek yang dipercaya menjadi kapten timnas Prancis ini melepaskan sundulan yang masih tipis di samping gawang Denmark.

Denmark menciptakan peluang pertamanya pada menit ke-29. Andreas Cornelius berhasil lolos jebakan offside di sisi kanan pertahanan Prancis dan mengirim umpan tarik ke arah Christian Eriksen. Eriksen sempat lolos dari kawalan lini pertahanan Prancis setelah berlari dari lini ke depan. Namun, kesigapan kiper Steve Mandanda dan bek kiri Lucas Hernandez membuat Eriksen tidak leluasa menendang bola. Bola berhasil diblok Mandanda dan gawang Prancis pun aman.

Peluang terakhir di babak pertama diciptakan Prancis pada menit ke-39. Griezmann mendapat ruang di depan kotak penalti Denmark dan melepaskan tendangan kaki kiri yang kemudian dengan nyaman ditangkap Schmeichel. Skor tanpa gol bertahan hingga akhir babak pertama.

Di awal babak kedua Denmark terlihat lebih agresif. Setidaknya Tim Dinamit memiliki peluang lewat Christian Eriksen pada menit ke-54 dan 59. Tapi, usaha gelandang Tottenham Hotspur itu masih berhasil digagalkan kiper Steve Mandanda.

Deschamps memasukkan Mbappe dan Nabil Fekir di pertengahan babak kedua. Usaha itu hampir membuahkan hasil positif ketika Fekir memiliki peluang emas pada menit ke-82. Pemain yang menjadi incaran Liverpool itu melepaskan tendangan jarak jauh yang berhasil ditepis Schmeichel di pojok kanan Denmark.

Hingga laga usai tidak ada gol yang tercipta di laga Prancis vs Denmark. Hasil tersebut membuat Prancis dan Denmark sama-sama lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Prancis lolos sebagai juara Grup C dan Denmark menjadi runner-up. Pada pertandingan lainnya Australia kalah 0-2 dari Peru. (bbs/adz)

Keluarga Korban KM Sinar Bangun Terancam Tak Nyoblos

Triadi Wibowo/Sumut Pos- Keluarga Korban melihat proses pencarian di pinggir danau di dermaga tiga ras, minggu (24/6)
Triadi Wibowo/Sumut Pos-
Keluarga Korban melihat proses pencarian di pinggir danau di dermaga tiga ras, minggu (24/6)

SUMUTPOS.CO – PARA keluarga korban KM Sinar Bangun yang masih berada di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) terancam tidak bisa melakukan pencoblosan saat Pemilihan Gubernur dan Kepala Daerah yang digelar secara serentak pada 27 Juni mendatang. Permohonan KPU Simalungun untuk menambahkan keluarga korban sebagai pemilih di TPS Setempat ke Bawaslu ditolak.

Sejak siang tadi, petugas PPS sudah melakukan pendataan keluarga korban yang berdomisili di Sumatera Utara dan di luar Kabupaten Simalungun. Pendataan itu juga, diumumkan melalui pengeras suara di Pos Polisi yang ada di Pelabuhan Tigaras.

Bahkan, petugas PPS memberitahu persyaratan untuk memilih dengan membawa KTP Elektronik atau Surat Keterangan dari Disdukcapil. Selain keluarga korban, para petugas Basarnas yang punya hak pilih juga tidak bisa menyalurkan haknya. “Tadi sudah koordinasi dengan KPU Provinsi. Mereka berkoordinasi dengan Bawaslu, Gubernur dan Kapolda (tidak diizinkan). Jadinya mereka tidak bisa memilih,” kata Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik, Senin (25/6) malam.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan juga membenarkan hal tersebut. Syafrida mengatakan, harusnya KPU Simalungun, memberitahukan pindah lokasi pemilihan itu tiga hari sebelum pencoblosan. “Sesuai Peraturan KPU begitu. Nah untuk KPU Simalungun, kejadian ini kan sudah seminggu. Harusnya sudah bisa diprediksi, bahwa akan ada keluarga korban yang punya hak pilih tinggal di situ. Jadi kenapa baru hari ini,” katanya.

Dia pun mengimbau, jika ada keluarga korban atau Tim SAR yang akan memilih bisa kembali ke rumah terlebih dahulu. “Kembali dan memilih ke TPS masing-masing. Sesuai domisilinya. Itu solusi dari kami,” pungkasnya.

Sementara itu, kondisi ini pun memicu kritik Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sumatera Utara. Ketua KIPP Sumut, Ferdiansyah Putra menegaskan, harusnya KPU dan Bawaslu memfasilitasi keluarga korban. Jangan sampai mereka yang sedang tertimpa musibah KM Sinar Bangun, tidak bias menggunakan hak suaranya.

Kadishub Samosir Bakal Tersangka

Triadi Wibowo/Sumut Pos Keluarga korban menunggu kabar terbaru di posko di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6).
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Keluarga korban menunggu kabar terbaru di posko di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah menetapkan empat tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, Polda Sumut kini meningkatkan penyidikan dengan membidik Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir berinisial NS sebagai tersangka baru. Hal itu disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan, Selasa (26/6).

Menurut Paulus, berdasarkan hasil penyidikan, ditemukannya kelalaian dalam melakukan pengawasan. “Memang arahan pasti ada ke sana (tersangka). Karena berkaitan dengan kewenangan dan tanggungjawab termasuk kelemahan dalam pengawasan,” ungkapnya.

Paulus menduga, unsur kelalaian itu terjadi karena tidak berjalanannya regulasi yang seharusnya menjadi ketetapan dalam keselamatan penumpang. “Seharusnya regulasi itukan di cek dan ricek kemudian diawasi. Tapi nampaknya itu semua sebagaimana dugaan penyidik tidak diatur didalam regulasi itu sendiri,” kata Paulus.

“Larangan itu ada, batasan itu ada, tapi mereka tidak melarang dan memberikan pengawasan secara ketat sesuai dengan fungsinya masing-masing,” sambungnya.

Paulus mengakui, jika selama ini pengawasan terhadap perkapalan di Danau Toba masih lemah. Itu dikatakannya, setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan dinas, pemilik kapal dan regulator ada banyak persoalan dalam pengangkutan. “Misalkan saja kapal sejenis 17 GT tidak boleh mengangkut sepedamotor. Tapi kenyataanya, sarana dan prasarana cuma itu,” terangnya.

Namun begitu, kata Paulus, seluruhnya menyerahkan kepada proses pengadilan untuk mengungkapnya. “Saat ini, sudah 10 sampai 16 orang yang kita periksa sebagai saksi,” pungkas jenderal bintang dua ini.

Sebelumnya, Polda Sumut telah menetapkan nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang, sebagai tersangka.

Selamat tapi Tak Melapor

Terpisah, Kepala Kantor SAR Medan Budiawan mengungkapkan, hingga kini jumlah korban yang selamat 21 orang, 3 meninggal dunia, dan 155 orang masih dinyatakan hilang sampai saat ini. Diungkapkannya, bertambahnya jumlah korban selamat dari 18 menjadi 21 orang, karena ada tiga awak KM Sinar Bangun yang selamat, namun tidak melapor kepada petugas SAR Gabungan di Posko Terpadu di Tigaras di Kabupaten Simalungun, Sumut. Dan kini dua diantaranya telah menjadi tersangka yakni Poltak Saritua Sagala sebagai nakhoda dan pemilik kapal, dan Jepanya Aritonang sebagai anak buah kapal (ABK). Sedangkan Reyder Malau yang juga ABK hingga kini masih kabur.

Kepolisian juga menjelaskan, Reyder Malau sampai saat ini belum ditemukan. Namun keterangan dari saksi, Reyder berhasil selamat. “Kita sedang melakukan pencarian terhadap korban Reyder Malau,” kata Kanit Reskrim Polres Samosir, Ipda Edy Syahputra.

Ditemukan, Barang Diduga Milik Korban KM Sinar Bangun

SUMUTPOS.CO –  Pencarian korban Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba oleh tim gabungan masih terus dilanjutkan kemarin, Senin (25/6/2018). Pencarian hari ke-8 ini, menyusul setelah diperpanjang karena adanya temuan objek yang diduga bangkai kapal.

Kepala Pos SAR Parapat, Torang Hutahaen mengatakan, dalam pencarian hari ke-8 tim menemukan barang-barang yang diduga milik korban kapal tersebut.

“Kita dapat laporan dari tim penyisir di permukaan, pada kawasan sektor tiga dan empat sektor timur,” ungkap Torang kepada wartawan di Simalungun.

Ia menyebutkan, barang-barang tersebut ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal. Barang yang diduga milik korban sudah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Barang-barang yang kita temukan seperti enam pelampung milik KMP (Kapal Motor Penumpang) I dan II, yang mungkin dilemparkan untuk menolong korban. Selain itu, empat helm dan dua pasang sendal milik wanita,” beber Torang.

Diutarakan dia, pencarian juga dilakukan dengan menggunakan helikopter dan sejumlah kapal untuk menyisir permukaan danau. (fir/pjs/ras)

Lebih Nyaman Selingkuh Dengan Teman Sekantor

SUMUTPOS.CO –  Donwori kini gigit jari. Sephia, istri yang dicintainya jatuh kepelukan pria lain lantaran sikapnya yang tak romantis.

Sebagai laki-laki, pria berusia 39 tahun itu harusnya melindungi. Bukan main tangan sampai membuat badan istrinya sampai lebam setiap hari.

Mendapat perlakuan kasar, Sephia mencari pelarian. Akhirnya dia mendapatkan tempat berkeluh kesah yang nyaman di kantor. Ada kedamaian bersama dengan teman sekantornya itu hingga wanita berumur 27 tahun itu nekat selingkuh.

Sephia mengaku sedang bahagia campur khawatir. Tak lama lagi dirinya akan melepas statusnya sebagai istri Donwori. Dia lega karena setelah bercerai, tidak akan lagi mendapat perlakuan kasar dan juga caci maki dari suaminya.

Namun, di samping kelegaannya ini, ia khawatir rumor buruk akan dirinya tersebar ke banyak orang. “Aku pisah sama Mas (Donwori) memang karena selingkuh sama temen kerja sendiri. Dan, eh ketahuan,” katanya saat berada di ruang tunggu pengadilan agama.

Perempuan dengan rambut panjang terurai ini mengatakan, perselingkuhannya kali ini ia klaim karena salah suaminya sendiri.

Selama lima tahun menikah dengan Donwori, Sephia mengaku tak pernah mengalami ketenangan batin. Sang suami sering memarahinya, bahkan memukulinya. Meskipun dia hanya melakukan kesalahan yang kecil.

Sikap kasar Donwori ini sudah dilakukan sejak lama. Semenjak tahun-tahun awal menikah, dan semakin parah dari hari-ke hari. Apalagi saat Sephia menolak untuk berhenti kerja.

“Aku sebenarnya gak boleh interaksi sama banyak orang. Takut aku kecantol. Tapi kalau aku di rumah terus, uang belanjaku kurang,” curhat Sephia.

Fisik Sephia yang sering biru-biru menarik perhatian teman sekantornya. Dari yang awalnya curhat sesaat, ia ketagihan untuk curhat dengan teman lelakinya yang kebetulan sangat memahami posisinya.

Dari yang status awal hanya teman curhat, lama kelamaan bergeser menjadi teman makan bareng dan teman jalan-jalan hingga hubungannya berjalan semakin jauh.

Tak disangka, perselingkuhan Sephia sudah diendus oleh Donwori. Bogem mentah dan caci maki pedas tak pernah luput dari keseharian Sephia.

Donwori yang sudah posesif, semakin posesif dengan membuntuti istrinya kerja. Ia bahkan memaksa Sephia untuk diantar jemput olehnya saat bekerja.

Donwori juga menahan agar Sephia tak ke mana-mana selama liburan. Namun, drama tak berhenti di sini. Tanpa disangka, selingkuhan Sephia muncul ke permukaan dan menantang Donwori.

“Lha dia datangi rumah, ngajak berantam suamiku. Waduuh,” keluh perempuan ini. Donwori yang ngamuk itu langsung pergi meninggalkan rumah diiringi dengan sumpah serapah yang dilayangkan kepada Sephia.

Puncaknya, status sephia sebagai istri Donwori, akhirnya berakhir. “Seneng ya seneng. Tapi, malu juga. Gak papa. Sekarang hidupku tenang,” pungkas Sephia dengan wajah semringah. (jpr)

Maling Kereta Sekarat Dimassa

BEGAL SEKARAT : Pelaku begal sekarat setelah gagal kabur dan di massa.
BEGAL SEKARAT : Pelaku begal sekarat setelah gagal kabur dan di massa.

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO  – Gagal kabur setelah dikejar massa, Hermawandi alias Wandi (23) warga Dusun  Duku, Desa Melati II, Kec. Perbaungan, sekarat dihakimi massa pada Sabtu (23/6/2018) sekitar pukul 15.30 wib.

Aksi main hakim itu terjadi lantaran pelaku ketahuan membawa kereta milik Sugito (64), yang terparkir di halaman rumahnya Lingkungan I,  Kel. Tualang, Kec. Perbaungan.

Sore itu, sepulang dari Kec. Pegajahan, korban memarkirkan Honda Beat BK 4987 XAI miliknya di teras depan rumahnya. Lalu dia masuk rumah untuk mengecas ponsel.

Saat santai duduk di sofa, tiba-tiba dia mendengar keretanya distarter. Merasa ada yang tak beres, Wandi segera keluar dan mendapati keretanya telah dibawa kabur.

Tanpa pikir panjang, dia lantas melakukan pengejaran kearah kebun PTPN II Melati dengan dibantu warga sekitar. Upaya tersebut berhasil. Pelaku tertangkap di areal kebun. Tanpa dikomando, warga menghakiminya.

Banyaknya pukulan yang mendarat di tubuh membuat pelaku tergeletak di tànah dengan posisi mulut mengeluarkan darah, bibir pecah, kepala bagian depan benjol serta tidak sadarkan diri.

Melihat hal tersebut korban kemudian menghubungi Kepling Linkungan I, Tualang dan Kepling menghubungi Kanit Reskrim Polsek Perbaungan. Selanjutnya Kanit Reskrim, Ipda M Tambunan bersama team opsnal bergerak ke TKP.

Tersangka lantas diboyong ke Puskesmas Kota Perbaungan.  Atas saran dari dokter Puskesmas, tersangka akhirnya di rujuk ke RS Melati Perbaungan.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Perbaungan, Ipda M Tambunan, tersangka masih menjalani perawatan. Sementara korban telah membuat pengaduan ke Polsek Perbaugan.

“Tersangka masih dirawat di RS Melati dalam pengamanan petugas Polsek Perbaungan. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana,” tandas Tambunan kepada POSMETRO MEDAN. (war/ras)

 

 

 

 

Jalur KA Bandar Tinggi-Kuala Tanjung Siap Beroperasi

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangan pers di Medan.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangan pers di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pembangunan fisik jalur rel kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung di Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 90 persen. Direncanakan akan dilakukan uji coba sekaligus resmi dioperasikan pada Juli 2018 ini.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pembangun jalur kereta api untuk mendukung infrastruktur dalam proses pengangkutan. Untuk itu, Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumut.

“Operasional rel kereta api untuk Bandar Tinggi-Kuala Tanjung tentunya akan mendorong perekonomian Sumatera Utara, karena nantinya angkutan barang akan semakin mudah dengan jalur tersebut,” ungkap Budi Karya kepada wartawan, usai meninjau pembangunan jalur sebidang kereta api di jalan Bilal, Medan, Jum’at (22/6) sore.

Kementerian Perhubungan melakukan ini, untuk wujudkan program kerja dari Presiden Joko Widodo untuk ?mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di kawasan-kawasan terpadu industri, pelabuhan, dan juga kereta api.

Kepala Balai Teknik Perkeretapian wilayah Sumbagut, Amanah Gappa menjelaskan untuk pembangunan fisik jalur terus dikebut secara optimal sampai saat ini.? Namun, sesuai dengan target sudah bisa beroperasi bulan depan.

“Menhub sempat menyinggung kesiapan dari pelaksanaan pembangunan yang ada di wilayah Sumatera Bagian Utara, utamanya jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung,” kata Gappa.

Diungkapkannya, saat ini untuk track hampir 90 persen. Untuk track atau jalur memang fokus penyelesaian, yang utama adalah pada jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung tersebut.

“Kita optimis bisa menyelesaikannya pada bulan Juli mendatang, karena memang untuk sisi jalur saat ini progresnya telah mencapai 90 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Vice President PT KAI Divre I Sumut, Rusi Haryono menyebut, untuk tahap awal pihaknya telah kerja sama dengan PT Wilmar mengenai angkutan barang melalui jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung tersebut.

“Kita siap mengoperasikan angkutan barang tersebut setelah jalur rel rampung. Apalagi PT KAI telah kerja sama dengan PT Wilmar, dan itu untuk tahap awal,” terangnya.

Nantinya jika jalur rel Bandar Tinggi-Kuala Tanjung tersebut rampung, direncanakan akan ada pengangkutan barang dua kali sehari dengan menggunakan empat gerbong.

Untuk diketahui, Jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung dibuat dengan panjang 21,5 kilometer (Km) dan akan segera dirampungkan supaya bisa segera dioperasikan untuk menjadi kereta api angkutan barang dan mempercepat masuknya barang.(gus)

 

Perekonomian Sumut Berjalan Lambat

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos PIDATO: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso saat menghadiri acara di Hotel JW Marriot Medan.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
PIDATO: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso saat menghadiri acara di Hotel JW Marriot Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) ditriwulan I tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang lambat. Untuk Triwulan I ini, pertumbuhannya hanya 4,73 persen  Year on Year (YoY), sedangkan pada tahun pertumbuhannya mencapai 5,56 YoY.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso kegiatan evaluasi dan pencapaian inflasi terkini serta diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Sumatera Utara di Hotel JW Marriot Medan, Senin (25/6)

“Di mana pertumbuhan ekonomi triwulan I 2018 selalu menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Arief mengungkapkan untuk pertumbuhan ekonomi Sumut secara umum lebih baik dari kinerja perekonomian Sumatera. Pada triwulan I 2018, ekonomi Sumut tumbuh lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Pulau Sumatera yang tercatat 4,37 persen (YoY).

“Namun demikian, pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 5,06 persen (YoY),” kata Arief.

Ia menerangkan, melambatnya perekonomian Sumut tersebut terutama disebabkan oleh kinerja ekspor luar negeri yang berjalan moderat seiring dengan permintaan ekspor dari negara mitra dagang yang terbatas serta harga komoditas di pasar global yang tumbuh melambat.

“Permintaan domestic juga cenderung melambat disebabkan masih rendahnya realisasi investasi di awal tahun seiring dengan proses pelelangan yang masih berjalan,” tuturnya.

Ia menuturkan, permintaan domestik juga cenderung melambat didorong oleh pola seasonal realisasi investasi yang terbatas di awal tahun seiring dengan proses pelelangan yang masih berjalan.

“Namun konsumsi swasta yang kuat dam stabil mampu menahan perlambatan leih lanjut. Konsumsi rumah tangga meningkat seiring dengan penyesuaian upah minimum pekerja (UMP) di tahyn 2018,” katanya.

Selain itu, persiapan kegiatan Pilkada 2018 juga mendorong peningkatan konsumsi lembaga non profit rumah tangga dan juga pemerintah.

“Secara sektoral, kinerja sektor utama di awal tahun belum optimal terutama untuk sektor pertanian utamanya disebabkan oleh penurunan produksi tanaman pangan akibat pergeseran musim panen,” tandasnya.(gus/ram)

 

 

BEI Hentikan Perdagangan Saham Taksi Ekspress

Suasan di BEI Jakarta terliaht para pegawai sibuk melihat grafis saham yang naik maupun yang turun.
Suasan di BEI Jakarta terliaht para pegawai sibuk melihat grafis saham yang naik maupun yang turun.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perdagangan Saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dibekukan sementara (suspensi) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut lantaran belum membayar bunga obligasi.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, keputusan itu mengacu pada surat Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 22 Juni 2018 yang menyatakan penundaan pembayaran bunga ke-16 atas obligasi I TAXI 2014.

“Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek saham dan obligasi TAXI dan TAXI01,” tuturnya dalam keterbukaan informasi, Senin (25/6).

Perdagangan saham TAXI maupun obligasinya dihentikan sementara di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan hari ini hingga pengumuman lebih lanjut.

“Bursa pun meminta pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh TAXI,” tuturnya.

Pada saat yang sama Pefindo juga menurunkan peringkat korporasi TAXI dari BB- menjadi SD atau selective default. Obligor yang mendapatkan rating SD artinya telah gagal untuk membayar satu atau lebih dari kewajiban keuangannya ketika jatuh tempo, tetapi akan terus melakukan pembayaran tepat waktu pada kewajiban lainnya.

Pada 2014, Express Tansindo Utama telah menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 1 triliun. Obligasi dengan kupon 12,25 persen per tahun ini jatuh tempo pada 24 Juni 2019. (mys/JPC/ram)