DAIRI – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya dengan membekali puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan keterampilan yang diharapkan mampu melahirkan usaha baru sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT DPM menggelar dua pelatihan baru, yakni pertukangan kayu dan pembuatan keripik serta aneka kue basah. Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat (needs assessment) yang dilakukan tim Corporate Social Responsibility (CSR).
Chief Legal and External Relations PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, mengatakan pelatihan dirancang agar sesuai dengan potensi ekonomi masyarakat sekitar sehingga mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
“Kami menghadirkan inovasi program CSR agar masyarakat memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. Harapannya, pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar Radianto, Selasa (4/8).
Pelatihan pertukangan kayu dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 12 peserta dari Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik dasar pertukangan, penggunaan alat manual dan elektrik, pengenalan jenis kayu, hingga pembuatan produk mebel seperti kursi, meja, lemari, kusen, kanopi, dan berbagai kerajinan kayu.
Sementara itu, pelatihan pembuatan keripik dan aneka kue basah digelar pada 27–28 Juli 2026 dan diikuti 26 kelompok perempuan dari desa sekitar tambang. Mereka dilatih membuat keripik singkong, keripik pisang, brownies, bolu tape, kue tart, serta berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual.
Dalam pelaksanaannya, PT DPM menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Dairi sebagai mitra pelatihan olahan makanan, serta PT Karya Total Mandiri melalui fasilitator Dayan untuk pelatihan pertukangan kayu.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pengetahuan tentang strategi pemasaran, analisis peluang pasar, dan tata kelola usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi. Melalui pelatihan ini, kami berharap keterampilan warga semakin terasah sehingga mampu menghasilkan produk yang bernilai tambah, berdaya saing, dan mendorong kemandirian ekonomi,” kata Radianto.
Sahmin Bako, peserta pelatihan pertukangan kayu dari Dusun Sopokomil, mengaku memperoleh banyak ilmu baru yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya.
“Sebelumnya kami hanya mengandalkan keterampilan dasar. Sekarang kami mendapat banyak ilmu baru dan semakin termotivasi memajukan usaha pertukangan di desa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Vivi Aprianti, peserta pelatihan pembuatan kue dari Desa Tungtung Batu. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka peluang bagi kelompok perempuan untuk merintis usaha rumahan dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami jadi punya keterampilan baru untuk merintis usaha rumahan dan membantu menambah pendapatan keluarga. Terima kasih kepada PT DPM yang menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya. (rud/ila)

