RSCM Sudah Tangani Dua Korban Keracunan MBG Karo, Menkes Kumpulkan Tim Dokter Spesialis

PENANGANAN medis terhadap korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memasuki babak baru. Dua siswi yang mengalami dampak medis terparah salah satunya terdiagnosa mengalami hilang ingatan resmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta guna mendapatkan perawatan intensif tingkat lanjut.

Kedua pasien tersebut adalah Febiola br Bangun dan Agnesia Silitonga. Febiola dilaporkan mengalami gejala hilang ingatan, sementara Agnesia diduga mengalami masalah serius pada fungsi ginjalnya pasca-mengonsumsi menu MBG.

Tiba di ibu kota pada Minggu (13/9), kedua pasien langsung ditangani secara khusus oleh tim medis komprehensif. Humas RSCM Sylvia membenarkan bahwa pasien rujukan dari Kabupaten Karo tersebut telah menempati ruang perawatan khusus. “Pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan langsung oleh tim medis RSCM,” terangnya.

Merespons instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seusai meninjau para korban di Sumut beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bergerak cepat membentangkan jajaran tim ahli terbaik di RSCM.

“Saya sudah mengumpulkan tim RSCM sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden. Tim yang diterjunkan meliputi dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, ahli penyakit dalam, hingga tim kolegium anak untuk memeriksa kondisi korban secara menyeluruh,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin, Senin (14/9).

Budi menegaskan bahwa pihak Kementerian Kesehatan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab pasti hilangnya ingatan maupun gangguan organ dalam yang dialami para korban sebelum hasil evaluasi klinis selesai sepenuhnya. Hasil observasi mendalam tim ahli diperkirakan keluar dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

“Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik para ahli yang menjawab secara medis,” pungkas Budi. (bbs/adz)

PENANGANAN medis terhadap korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memasuki babak baru. Dua siswi yang mengalami dampak medis terparah salah satunya terdiagnosa mengalami hilang ingatan resmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta guna mendapatkan perawatan intensif tingkat lanjut.

Kedua pasien tersebut adalah Febiola br Bangun dan Agnesia Silitonga. Febiola dilaporkan mengalami gejala hilang ingatan, sementara Agnesia diduga mengalami masalah serius pada fungsi ginjalnya pasca-mengonsumsi menu MBG.

Tiba di ibu kota pada Minggu (13/9), kedua pasien langsung ditangani secara khusus oleh tim medis komprehensif. Humas RSCM Sylvia membenarkan bahwa pasien rujukan dari Kabupaten Karo tersebut telah menempati ruang perawatan khusus. “Pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan langsung oleh tim medis RSCM,” terangnya.

Merespons instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seusai meninjau para korban di Sumut beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bergerak cepat membentangkan jajaran tim ahli terbaik di RSCM.

“Saya sudah mengumpulkan tim RSCM sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden. Tim yang diterjunkan meliputi dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, ahli penyakit dalam, hingga tim kolegium anak untuk memeriksa kondisi korban secara menyeluruh,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin, Senin (14/9).

Budi menegaskan bahwa pihak Kementerian Kesehatan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab pasti hilangnya ingatan maupun gangguan organ dalam yang dialami para korban sebelum hasil evaluasi klinis selesai sepenuhnya. Hasil observasi mendalam tim ahli diperkirakan keluar dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

“Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik para ahli yang menjawab secara medis,” pungkas Budi. (bbs/adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru