Kembangkan Wirausaha, Dosen ‘Banting Stir’ jadi Pedagang Mie Aceh

Gak hanya pandai menulis, dosen akuntansi pada salah satu perguruan tinggi di Medan ‘banting stir’ ini jadi pedagang Mie Aceh di Jalan Sunggal Medan. Ia bersama pelaku kuliner lain berjualan di Warkop Aray. Makan mie Aceh sembari minum kopi dan TST series pasti tambah nikmat.

Lokasi berjualan berada diseberang Bengkel Sehat dan berdekatan dengan sejumlah pool bus trayek Medan ke sejumlah daerah di Aceh. Hal ini warga Aceh yang sedang bepergian ke ibukota Sumut untuk tetap bisa menikmati kuliner khas Aceh.

Ayu Kurnia Sari, S.E, M.Si, Ak, CA yang dikenal ramah dan dekat dengan para mahasiswa mengungkapkan bahwa membuat cita rasa khas Aceh yang berbeda dari yang lain. Kenapa ngak? Karena aroma khas Aceh menyentuh di setiap gigitan rasa mie Aceh.

“Mie Aceh nilai rasa otentik yang berbeda. Setiap bumbu dikemas dengan rempah yang ada di Aceh. Berbeda dengan mie lainnya, rasanya tidak membosankan membuat rasa tambah di setiap gigitannya,” kata sang dosen.

Meski gigih mengembangkan wirausaha, Ayu Kurnia Sari, S.E, M.Si, Ak, CA tetap menjalankan tugas utama dalam menulis, mengajar dan membimbing para mahasiswa. Juga melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ditempat Ayu Kurnia Sari, S.E, M.Si, Ak, CA juga terdapat Rumah Makan Khas Aceh Rayeuk dengan berbagai menu yang dapat dinikmati termasuk sup sumsum Langsa, sembari mengenang kisah dak kerinduan pada keluarga di Aceh. (dmp)

Gak hanya pandai menulis, dosen akuntansi pada salah satu perguruan tinggi di Medan ‘banting stir’ ini jadi pedagang Mie Aceh di Jalan Sunggal Medan. Ia bersama pelaku kuliner lain berjualan di Warkop Aray. Makan mie Aceh sembari minum kopi dan TST series pasti tambah nikmat.

Lokasi berjualan berada diseberang Bengkel Sehat dan berdekatan dengan sejumlah pool bus trayek Medan ke sejumlah daerah di Aceh. Hal ini warga Aceh yang sedang bepergian ke ibukota Sumut untuk tetap bisa menikmati kuliner khas Aceh.

Ayu Kurnia Sari, S.E, M.Si, Ak, CA yang dikenal ramah dan dekat dengan para mahasiswa mengungkapkan bahwa membuat cita rasa khas Aceh yang berbeda dari yang lain. Kenapa ngak? Karena aroma khas Aceh menyentuh di setiap gigitan rasa mie Aceh.

“Mie Aceh nilai rasa otentik yang berbeda. Setiap bumbu dikemas dengan rempah yang ada di Aceh. Berbeda dengan mie lainnya, rasanya tidak membosankan membuat rasa tambah di setiap gigitannya,” kata sang dosen.

Meski gigih mengembangkan wirausaha, Ayu Kurnia Sari, S.E, M.Si, Ak, CA tetap menjalankan tugas utama dalam menulis, mengajar dan membimbing para mahasiswa. Juga melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ditempat Ayu Kurnia Sari, S.E, M.Si, Ak, CA juga terdapat Rumah Makan Khas Aceh Rayeuk dengan berbagai menu yang dapat dinikmati termasuk sup sumsum Langsa, sembari mengenang kisah dak kerinduan pada keluarga di Aceh. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru