Home Blog Page 5932

Jokowi-Ma”ruf 1, Prabow-Sandi 2

CABUT NOMOR: Capres Prabowo dan Joko Widodo menunjukkan nomor urut yang akan digunakan pada kampanye Pilpres 2019 di Kantor KPU Pusat, Jumat (21/9) malam.
CABUT NOMOR: Capres Prabowo dan Joko Widodo menunjukkan nomor urut yang akan digunakan pada kampanye Pilpres 2019 di Kantor KPU Pusat, Jumat (21/9) malam.

Pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapat nomor urut 1, Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2. Pengundian nomor urut pasangan capres dan cawapres ini dilakukan di ruang sidang utama gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/9) malam.

Sebelum mengambil nomor urut, cawapres dari kedua kubu mengambil undian ‘tahap pertama’ untuk menentukan siapa yang lebih dulu untuk mengambil nomor urut capres/cawapres. Cawapres yang mendapat angka terkecil dipersilakan lebih dulu mengambil undian nomor urut peserta Pilpres 2019.

Sandiaga Uno mendapat angka 1, sementara Ma’ruf Amin memperoleh angka 10. Alhasil, Prabowo dipersilakan lebih dulu mengambil nomor urut. Saat giliran Jokowi mengambil undian, Ma’ruf Amin terlebih dahulu memimpin doa. Prabowo-Sandiaga juga ikut berdoa bersama.

Usai nomor urut dibacakan, para pendukung lalu mengangkat atribut pasangan calon yang mereka siapkan. Sudah ada angka pada atribut tersebut.

Nomor urut Pilpres 2019 ini, merupakan kebalikan dari nomor urut pada Pilpres 2014 lalu. Di mana Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, mendapat nomor urut 1. Sedangkan Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, mendapat nomor urut 2.

Usai prosesi pengambilan nomor urut, kedua pasangan capres dan cawapres dipersilakan menyampaikan pidato politiknya. Pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat giliran pertama menyampaikan pidato. Dalam pidatonya, Jokowi bersyukur pengambilan nomor urut berjalan lancar. Dia lalu bicara soal hubungan baiknya dengan Prabowo-Sandiaga. Jokowi juga bicara soal Pemilu 2019 yang mendidik rakyat.

“Saya mengajak kepada kita semuanya agar pilpres ini kita isi pendidikan politik yang baik pada masyarakat. Mari kita tunjukkan kematangan berdemokrasi untuk rakyat, untuk kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi. Oleh sebab itu kontestasi politik ini kita beradu kontestasi program, kontestasi adu gagasan, kontestasi adu ide, kontestasi rekam jejak, kontestasi adu prestasi,” kata Jokowi.

“Saya mengajak kia semuanya tidak saling menfitnah, tidak saling menghina, tidak saling mencemooh, tidak saling menjelekkan, karena itu bukan nilai yang kita anut, itu bukan nilai ke-Indonesia-an. Jangan sampai karena kontestasi politik dalam rangka pilpres, silaturahmi di antara kita menjadi tidak baik,” sambung Jokowi.

Jokowi tak ingin ada perpecahan. Dia ingin tetap berhubungan baik dengan Prabowo-Sandiaga. “Saya ingin… meskipun berkontestasi, saya masih bisa bertelepon dengan Pak Prabowo, bertelepon dengan Pak Sandiaga, karena beliau adalah sahabat saya sejak lama, saya kenal Pak Prabowo sejak lama, saya kenal Pak Sandi sejak lama,” ujarnya.

“Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Memang untuk memajukan negara ini banyak rintangan, banyak hambatan, banyak perlawanan tetapi, tidak boleh kita menyerah, hanya ada satu pilihan: Indonesia maju,” imbuh Jokowi.

Kemudian Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat giliran. Dalam pidatonya, Prabowo mengimbau semua pihak bersikap tenang dalam menjalani pesta demokrasi. “Saya atas nama pribadi dan atas nama cawapres dan sleuruh partai dan relawan pendukung mengucapkan terima kasih kepada KPU, seluruh komisioner Bawaslu, DKPP atas semua penyelenggaraan untuk mempersiapkan dan melaksankan Pemilu 2019,” kata Prabowo.

Prabowo menyatakan, pemilu ini untuk mencari yang terbaik bagi bangsa. Dia mengajak agar semangat kekeluargaan dikedepankan. “Sama dengan Pak Jokowi, saya harap dan saya berkeinginan dan saya menyerukan seluruh rakyat marilah kita laksanakan pemilu dengan sejuk, damai, semangat kekeluargaan untuk mencari yang terbaik untuk bangsa, bukan untuk cari kesalahan atau kekurangan masing-masing,” ujarnya.

Prabowo menuturkan, meski berbeda kubu di Pilpres, tapi semua merupakan keluarga besar NKRI. Karena itu, seluruh persoalan besar harus disikapi sebagai persoalan keluarga besar NKRI. “Saya harap semua pihak selalu bersikap tenang, tidak emosional, menahan diri, marilah kita songsong proses demokrasi dengan baik, tenang, kita harap semua pihak melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” ujarnya.

Danau Toba Nomor 1, Disusul Borobudur

triadi wibowo/sumut pos BERPERAHU: Warga sekitar Danau Toba melintas menggunakan perahu di daerah Samosir, belum lama ini. Kementerian PUPR diminta bangun ikon yang identik dengan danau terbesar di Asia itu.
triadi wibowo/sumut pos
BERPERAHU: Warga sekitar Danau Toba melintas menggunakan perahu di daerah Samosir, belum lama ini. Kementerian PUPR diminta bangun ikon yang identik dengan danau terbesar di Asia itu.

HUMBAHAS,SUMUTPOS.CO – Dari empat kawasan wisata yang masuk kategori super prioritas dalam program pembangunan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) oleh Pemerintah Indonesian
Danau Toba terpilih sebagai prioritas pertama, yang didorong menjadi destinasi wisata internasional.

“Ada empat kawasan yang menjadi super prioritas. Nomor empat Labuhan Bajo (NTT), ketiga Mandalika (Lombok), kedua Borobudur (Jawa Tengah), dan nomor satu adalah Danau Toba,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada Sumut Pos, usai menghadiri Lauching Pilot Project Sektor Pariwisata untuk menumbuhkan kewirausahaan pada homestay dan tourist guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kamis (20/9).

Arief Yahya mengatakan, Pemerintah Indonesia di bawah kepempinan Joko Widodo fokus dengan pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba, untuk pengembangan objek wisatanya. “Kenapa dibilang prioritas? Karena apapun yang diminta masyarakat, akan diberi. Oleh karena itu bagi masyarakat, khusus pemuda, saya tegaskan bahwa kesempatan ini tidak datang dua kali. Maka saya harapkan kekompakannya,” kata Arief.

Danau Toba berada di kawasan delapan kabupaten, yakni Kabupaten Samosir, Kabupaten Karo, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Pakhpak Barat, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Dairi. Selama beberapa tahun terakhir, menurut Arief, telah terjadi proses transformasi ekonomi nasional. Dari sebelumnya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), menjadi ekonomi yang mengembangkan sumber daya yang dapat menciptakan value added nilai tambah tinggi.

“Proses transformasi ini juga didorong oleh melemahnya harga komoditas internasional sejak tahun 2012 lalu, yang menyebabkan turunnya pertumbuhan ekspor nasional,” sebut Arief.

Pemerintah Indonesia, memilih untuk mendorong sektor yang memiliki value added tinggi, adalah Sektor Pariwisata. Sektor ini tidak hanya akan dapat meningkatkan devisa nasional, tetapi juga mempunyai kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Sejalan dengan hal tersebut, pemerintahan Presiden Jokowi yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada tiga tahun terakhir, akan fokus pada peningkatan SDM pada tahun 2018-2019,” kata Arief.

Kembali ke objek wisata Danau Toba, selama belum disertifikasi menjadi UNESCO Global Geopark (UGG), menurutnya agak susah mempromosikan danau terbesar di Asia itu ke dunia, untuk menarik kunjungan wisata mancanegara. Padahal, Menpar menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara ke Danau Toba tahun 2019.

“Agak susah menjual danau Toba ke luar. Karena itu, seperti Borobudur yang sudah mendapatkan UNESCO Heritage, kita harapkan tahun 2019 Danau Toba mendapatkan UGG. Pastinya, Danau Toba yang indah ini akan menjadi destinasi utama wisata kelas dunia,” tutur Arief Yahya.

Sebagai bentuk promosi, Arief mengungkapkan, Kemenpar akan mengajak delegasi International Monetary Fund (IMF) pada pertemuan di Bali tanggal 12 hingga 14 Oktober 2018, untuk berkunjung ke Danau Toba.

“Setelah itu, akan ada beberapa delegasi yang akan mengunjungi Danau Toba,” tandasnya.

DCT DPRD Sumut Bertambah 21 Orang

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Jumlah calon anggota legislatif (Caleg) untuk DPRD Sumut bertambah 21 orang dari daftar calon sementara (DCS) Penambahan 21 orang bacaleg menjadi caleg itu ditetapkan setelah KPU Sumut mengabulkan perbaikan atas gugatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebanyak 10 orang, dan 11 bacaleg dari Partai Beringin Karya (Berkarya).

“PSI diterima KPU Sumut mediasinya setelah menggugat ke Bawaslu Sumut dengan memasukkan kembali 10 bacaleg dari satu dapil yang sebelumnya di Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menjadi DCS. Sedangkan Partai Berkarya yang menggugat ke Bawaslu terkait 6 dapil yang di TMS kan, KPU Sumut hanya menerima dua dapil hasil mediasi dengan 11 bacaleg,” kata Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain menjawab Sumut Pos, Jumat (21/9).

Atas penambahan itu, dalam pengumuman DCT anggota DPRD Sumut untuk Pemilu 2019, KPU menetapkan sebanyak 1.354 bacaleg dari 16 partai politik yang tersebar di 12 daerah pemilihan (dapil). Sebelumnya, KPU Sumut menetapkan 1.333 bacaleg dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan beberapa waktu lalu.

Meski begitu, sambung Iskandar, pada perjalanan menuju DCT, kembali terjadi pengurangan dua bacaleg di mana satu bacaleg PPP meninggal dunia dan tidak diajukan penggantinya. Sedangkan satu bacaleg lagi terpaksa di-TMS-kan KPU Sumut yakni dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) atas nama Jonius Taripar (JT) karena sebelumnya pernah didaftarkan sebagai bacaleg dari Partai Hanura, namun ditolak. “Ini tidak boleh diajukan lagi meski beda partai,” tegas Guru Besar FISIP USU ini.

Terkait keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) untuk menganulir lagi bakal calon koruptor menjadi bacaleg yang sebelumnya di TMS kan KPU, tidak terlalu berpengaruh pada pencalegkan tingkat Sumut. Sebab tidak ada bacaleg koruptor dalam DCS sebelumnya.

Awas Tertipu Info CASN di Medsos, Kroscek di Portal BKN dan Instansi Terkait

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sejak Rabu (19/9) malam, informasi seputar formasi CASN melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial lainnya sudah beredar luas. Seperti formasi atau kebutuhan di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Timur, Pemkab Bekasi, dan formasi di berbagai kementerian atau lembaga negara.

Dalam format formasi juga terlihat jelas berapa kebutuhan per masing-masing instansi sesuai kualifikasi pendidikan. Baik di tingkat pusat sampai instansi daerah yang memang dibutuhkan dalam penerimaan pegawai tahun ini. Bahkan pada Jumat kemarin pun, info lowongan CPNS di berbagai instansi baik pusat dan daerah, makin banyak beredar sesuai formasi yang dibutuhkan instansi bersangkutan.

Menyikapi ini, BKN meminta masyarakat mengkroscek info tersebut pada website sscn.bkn.go.id ataupun portal masing-masing instansi sebagai upaya mengantisipasi kekeliruan informasi seputar rekrutmen CASN, sebelum melakukan pendaftaran. “Untuk informasi yang lebih akurat, biasanya diumumkan di website sscn.bkn.go.id dan di portal instansi masing-masing. Kami tidak bisa mengklaim apakah info CPNS yang sudah beredar luas di jejaring social manapun, adalah formasi valid sesuai kebutuhan instansi bersangkutan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan, Jumat (21/9).

Apalagi, kata dia, sejauh ini pihaknya belum menerima salinan ataupun tembusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, soal formasi CASN 2018 yang dibutuhkan pada wilayah kerja mereka. “Kami baru cuma mendapat info bahwa ada kabupaten/kota di Sumut yang menerima (formasi) dan masih banyak juga yang belum dapat. Untuk rinciannya, kami memang belum ada pegang,” katanya.

Biasanya, menurut Nainggolan, website sscn.bkn.go.id dan portal instansi masing-masing ada memuat soal informasi penerimaan pegawai jika memang instansi tersebut ada menerima lowongan pegawai. “Artinya, jangan mudah percaya dan tertipu perlulah untuk dipastikan lagi,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengakui, formasi CASN untuk Sumut sedang diverifikasi Kemenpan RB. Pihaknya akan segera mengumumkan kebutuhan pegawai tersebut setelah menerima resmi surat soal formasi dari pusat. “Informasinya di sejumlah kementerian atau lembaga, pendaftaran akan dimulai pada 26 September. Mudah-mudahan sebelum tanggal itu formasi untuk Sumut sudah dikirim dan selesai diverifikasi,” katanya.

Adapun kuota CASN 2018 yang dikirimkan BKD Setdaprovsu ke Kemenpan RB sebanyak 1.242. Berdasarkan jumlah tersebut, alokasi CASN terdiri dari; guru sebanyak 892 orang; tenaga kesehatan 250 orang dan tenaga teknis sebanyak 100 orang. “Kuota secara gelondongan yang kita usulkan supaya direvisi ini agar jelas kualifikasi pendidikan dengan formasi yang dibutuhkan. Sehingga nantinya pelamar tidak bingung ketika ingin mendaftar kemana,” katanya. (prn)

Tinggal 3 Kloter Belum Pulang

Info haji
Info haji

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Jadwal pemulangan jamaah haji dari Debarkasi Medan, kini menyisakan 3 Kelompok terbang (Kloter) lagi. Koordinator Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan, pemulangan jamaah menyisakan Kloter 20, 21 dan 22 MES.

“Pemulangan jamaah haji, saat ini menyisakan 3 kloter lagi,” katanya kepada kepada wartawan, Jumat (21/9).

Imam menyebutkan, untuk kloter 20/MES asal Batubara, Medan, Nisel, Nias, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Deliserdang dan Tapsel, pemulangan dijadwalkan tiba di bandara Kualanamu, pada Minggu (23/9) sekira pukul 18.35 WIB. “Jamaah berjumlah 385 orang ditambah 8 orang petugas, total keseluruhan 393,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, kloter 21/MES asal Padanglawas, Langkat dan Tapsel, dijadwalkan tiba di tanah air pada, Senin (24/9). Total keseluruhan jamaah ini berjumlah 393 orang, berikut petugas. Sedangkan kloter 22/MES, kata Imam, yang merupakan kloter terakhir Debarkasi Medan, dijadwalkan tiba di tanah air pada, Selasa (25/9).

“Kloter 22/MES berasal dari Medan, Simalungun, Asahan, Madina, Siantar, Labuhanbatu, Palas, Tapsel dan Padangsidempuan. Kloter terakhir ini berjumlah 211 jamaah ditambah 5 orang petugas,” sebutnya.

Sementara itu, jamaah kloter 19/MES asal daerah Labusel dan Dairi, dengan jumlah 381 jamaah ditambah 8 orang petugas, dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu, pada Sabtu (22/9) pukul 04.45 dinihari.

Sebagaimana diketahui, hingga kloter 18 pemulangan jamaah haji Debarkasi Medan, berjumlah 6.995 jamaah. Dengan rincian, jamaah pria 2.792 orang dan jamaah wanita berjumlah 4.203 orang. (man)

Hari Ini PLM Wisuda di Tiara 90 Persen Pekerja, 10 Persen Pengusaha

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sebanyak 414 lulusan Politeknik LP3I Medan akan diwisuda di Tiara Convention Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu (22/9). Wisuda akan dihadiri Gubsu H Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH, Kepala L2Dikti Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia, Ketua Aptisi Sumut, orangtua wisudawan/wisudawati dan undangan lainnya.

Lulusan PLM yang akan diwisuda berasal dari tiga program studi yakni Administrasi Bisnis,
Akutansi dan Teknologi Komputer. “Wisuda kali ini juga pas dengan momentum Rencana Induk Pengembangan (Renip) tahap I 2003-2018 yang telah berakhir. Kita pun akan masuk Renip II 2018-2033 dengan visi yang sama yakni menyiapkan kebutuhan pasar kerja,” kata Direktur Politeknik LP3I Medan Akhwanul Akhmal SP MSi.

Di samping itu, lanjut direktur, terus menjadi politeknik terbaik di Sumut dalam menyiapkan kebutuhan pasar kerja tadi. “Kita ingin tiap tahun melahirkan 90 persen lulusan kita bekerja. Selebihnya 10 persen menjadi pengusaha yang mampu menyerap banyak pekerja,” tegasnya.

Ditemui saat serah terima jabatan Wakil Direktur I PLM Jumat (21/9), Akhwanul Akmal menambahkan bahwa PLM terus berupaya menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia. “Terbaik dari aspek tata kelola, terbaik dari aspek pembelajaran serta terbaik dari aspek penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” rincinya.

Tak hanya itu. PLM juga bertekad menjadi perguruan tinggi terbaik dari aspek-aspek penjaminan mutu, kemahasiswaan, penempatan kerja serta sarana dan prasarana. Kita kejar dalam 15 tahun kedepan melalui rencana strategis,” jelasnya.

Akhwanul Akmal mengatakan pihaknya terus berupaya mempertahankan prestasi dimana PLM menjadi politeknik dengan peringkat terbaik keenam se-Indonesia. Untuk peringkat tahun 2018, kita masih menunggu pengumuman dari Kemenristek Dikti RI,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa saat wisuda juga akan dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) PLM dengan dua perusahaan terkait magang dan penempatan kerja di Malaysia, Cina dan Srilangka. Juga dijalin MoU kerja sama PLM dengan BRI Syariah.

Terkait dibukanya formasi penerimaan calon Apatur Sipil Negara (ASN) 2018, menurut direktur, para wisudawan dan wisudawati akan langsung dapat menerima ijazah. “Kita harap mereka dapat lulus menjadi ASN,” ujarnya.

Direktur Politeknik LP3I Medan menambahkan pihaknya baru-baru ini juga telah melaksanakan job fair diikuti 25 perusahaan. Pengunjung dari luar PLM mencapai seribu orang.

Disamping itu PLM selama tiga hari juga telah melaksanakan program Pengenalan Sistem Pendidikan dan Lingkungan (PSPL) bagi 250 mahasiswa/mahasiswi baru tahun akademik 2018/2019.

Di akhir penjelasannya, Direktur Politeknik LP3I Medan menegaskan tiga keunggulan perguruan tingginya. “Pertama kita konsen pada penempatan kerja, kedua mahasiswa/mahasiswi difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi kompetensi dari BNSP dan ketiga pelayanan internal yang baik termasuk pemberian tas, buku dan baju. Bila dihitung-hitung, uang kita ngak mahal.

ebab sebagian besar uang kuliah dikembalikan kepada mahasiswa/mahasiswi,” terangnya.

Sedangkan Sekretaris Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Fahri Effendi SE MSi mengingatkan civitas akademika PLM untuk banyak berbuat dalam menangani pendidikan generasi penerus bangsa. (rel/adz)

Pembuktian Matsunaga

BANGKIT Shohei Matsunaga merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persela di Stadion Teladan, Jumat (21/9). Gol Matsunaga mengawali kebangkitan PSMS yang tertinggal 0-2 di babak I.
BANGKIT
Shohei Matsunaga merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persela di Stadion Teladan, Jumat (21/9). Gol Matsunaga mengawali kebangkitan PSMS yang tertinggal 0-2 di babak I.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akhirnya merasakan lagi kemenangan setelah paceklik di lima laga Liga 1. Ayam Kinantan meraih kemenangan dramatis atas Persela Lamongan dengan skor 3-2 di Stadion Teladan, Jumat (21/9). Shohei Matsunaga melakukan pembalasan dengan mantan klubnya itu lewat gol penentu kemenangan PSMS menit ke-85.

Diketahui, Matsunaga dicoret dari Persela di akhir putaran pertama karena dianggap kurang berkontribusi Tak hanya mencetak satu gol, dia mencetak dua gol PSMS sore itu. Satu gol lagi dari titik penalti menit ke-55. Satu gol lagi diciptakan Alexandros Tanidis menit ke-76. “Dia (Matsunaga) bagus sekali dengan final ball. Selalu bisa menjadi orang yang tepat di waktu yang tepat,” ujar Pelatih PSMS, Peter Butler.

Butler lega akhirnya bisa kembali membawa PSMS menang setelah paceklik di lima laga terakhir. Apalagi PSMS melalui pertandingan menegangkan setelah tertinggal dua gol di babak pertama. “Seperti rooler coaster. Selalu bikin gunung besar sehingga kami harus coba masuk. Kita ada banyak masalah sebelum game, tak ada Lobo, Gusti, Firza, Roby juga demam. Saya rasa kami memberi mereka dua oleh-oleh (gol) tapi kami tim yang main lebih bagus. Baik soal possesion,” kata eks pelatih Persipura itu.

Pasca tertinggal dua gol memasuki jeda, Butler memotivasi pemainnya untuk tak menyerah. Akhirnya pemain bisa bangkit dan membuat tiga gol. “Usai babak pertama, saya bilang ke mereka jangan hilang percaya diri. Akhirnya mereka tunjukkan hati yang besar sekali di babak kedua. Oke 2-0 banyak semua orang pikir kami akan degradasi. Kalau kami main jelek mungkin itu berat, tapi kami tidak main jelek. Tapi kami hidup dan fight dan saya bangga sekali dengan mereka,” tambahnya.

Terakhir kali PSMS meraih kemenangan pada Juli lalu atas PSM Makassar di akhir putaran pertama. Kemenangan itu memang belum mengangkat PSMS dari dasar klasemen. PSMS saat ini mengemas, 23 poin dari 23 laga (7 menang, 2 seri, 14 kalah). Namun PSMS masih tertinggal dari PSIS yang punya koleksi poin sama.

Gubsu Setujui Tobasa Jadi Toba

SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Ramayadi menyetujui sekaligus menyampaikan secara resmi perubahan nama Tobasa menjadi Kabupaten Toba. Hal itu disampaikannya saat temu ramah bersama masyarakat di Balige, Kamis (20/9) sore.

“Secara resmi (lisan) saya nyatakan nama Tobasa menjadi Kabupaten Toba, tidak pakai sa (Samosir). Nanti untuk suratnya menyusul,”ujar Edy Ramayadi.

Hal ini disebutkan, karena sebelumnya Bupati Tobasa Darwin Siagian menyampaikan usulan perubahan tersebut dari tokoh masyarakat dan tokoh adat daerahnya, untuk mengubah nama Kabupaten Tobasa menjadi Kabupaten Toba. Ke depannya, masyarakat di luar Sumut bisa membedakan antara Samosir dan Toba Samosir. Khususnya bantuan dari pusat, ada yang salah mengerti karena dianggap sama.

Pada kesempatan itu, Gubsu meminta masyarakat untuk tidak ‘tidur’ dalam mengembangkan kawasan pariwisata Danau Toba dengan kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa dan harus serius dikelola. “Danau Toba ini adalah yang terbesar, keindahannya luar biasa. Kita tidak boleh ‘tertidur’, bagaimanapun kekayaan dan keindahan alam harus kita kembangkan,” katanya.

Disampaikan Edy, pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba harus dikerjakan bersama-sama dan saling mendukung. Karena tanpa dukungan masyarakat, apa yang diupayakan pemerintah tidak akan berjalan dengan dengan maksimal.

Mengingat banyak negara, bahkan daerah yang tidak begitu mendukung dari segi kekayaan alam, namun pariwisatanya cukup baik dan terkenal. “Anda tahu di daerah Jawa sana, untuk menanam ubi saja belum tentu bisa tumbuh. Sementara di sini, anda lemparkan saja ke tanah, bisa tumbuh subur. Jadi Danau Toba ini adalah Anugerah Tuhan yang luar biasa untuk kita,’ sebut Edy.

Begitu juga soal kekompakan warganya, Gubsu meminta masyarakat tidak lagi melihat perbedaan sebagai satu hal yang dibesar-besarkan. Sebab pada dasarnya, semua Agama yang memiliki kitab, mengajarkan kebaikan.

“Apalagi kita tahu, pesta demokrasi yang lalu sudah selesai. Sekarang saya Gubernur, dan seluruh daerah di Sumut ini adalah rumah saya. Makanya saya tidak segan untuk bertemu masyarakat,” jelas Gubsu. (bal/han)

Bupati Minta Kadis PUPR Koordinasi dengan BWSS, Atasi Banjir akibat Tanggul yang Jebol

batara/sumut pos DISKUSI: Bupati Ashari Tambunan berdiskusi bersama Kadis PUPR Deliserdang Donald P Lumbantobing, Kabid Pengairan Syamsuri dan Camat Danang P Yuda saat meninjau lokasi tanggul jebol di Pagarmerbau.
batara/sumut pos
DISKUSI: Bupati Ashari Tambunan berdiskusi bersama Kadis PUPR Deliserdang Donald P Lumbantobing, Kabid Pengairan Syamsuri dan Camat Danang P Yuda saat meninjau lokasi tanggul jebol di Pagarmerbau.

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang Ashari Tambunan memerintahkan Kepala Dinas PUPR, Ir Donald P Lumbantobing untuk berkoordinasi dengan Dinas PU Provsu atasi persoalan banjir di Jalan Provinsi Lubukpakam-Galang dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) mengatasi tanggul yang jebol.

“Pak Bupati mendengar keluhan warga, Selasa (18/9) ada luapan air seperti persoalan banjir lah di jalan lintas provinsi di Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagarmerbau. Bupati memerintahkan kami untuk koordinasi ke Dinas Provsu dan kami katakan siap,” kata Donald, usai melakukan peninjauan ke lokasi bersama bupati di Pagarmerbau, Kamis (20/9).

Pantauan di lokasi bersama bupati, kata Donald, ukuran drainase terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung debit air akibat curah hujan yang tinggi. Alhasil, luapan air masuk ke badan jalan provinsi dan mengakibatkan arus lalu lintas sedikit terganggu.

“Ukuran drainase tidak bisa menampung debit air, sehingga meluap ke badan jalan provinsi. Drainase berfungsi dengan baik hanya volume saja kurang besar, ada juga gorong-gorong terlalu kecil sehingga saluran air tidak lancar,” terang Donald.

Tinjauan selanjutnya, tutur Donald, tanggul irigasi jebol di Desa Bandar Dolok, Kecamatan Pagarmerbau. “Tanggul irigasi jebol dan banyak dipenuhi sampah. Karena merupakan aset provinsi, kami diminta kordinasi dengan BWSS. Untuk infrastruktur aset kabupaten tidak ada masalah di lokasi,” paparnya.

Camat Pagarmerbau Danang Purnama Yuda saat dihubungi membenarkan banjir yang terjadi pada Selasa (18/9) pagi. “Lalu lintas sedikit terganggu dan luapan menggenangi pekarangan warga. Di Bandar Dolok tinjauan tadi melihat tanggul irigasi yang jebol,”pungkasnya. (btr/han)

Hampir Tenggelam, Tangan dan Kaki Diikat

ist TERLENTANG: Suwito ditemukan warga dalam kondisi terlentang di atas becak barang. Tangan dan kakinya terikat di wilayah hukum Polsek Hinai, Jumat (21/9).
ist
TERLENTANG: Suwito ditemukan warga dalam kondisi terlentang di atas becak barang. Tangan dan kakinya terikat di wilayah hukum Polsek Hinai, Jumat (21/9).

Suwito nyaris tewas. Ia ditemukan warga dalam kondisi terlentang di atas becak barang. Tangan dan kakinya terikat di wilayah hukum Polsek Hinai, Jumat (21/9).KUAT dugaan, pria mengenakan kaos kuning dan celana pendek itu merupakan korban perampokan. Warga sempat heboh atas temuan ini.

Beberapa diantaranya hanya melihat dan merekam video kamera. Sedangkan yang lainnya berupaya menolong dan mengevakuasi pria ini dari dalam parit ke pinggir jalan. “Tolong-tolong lah, masih hidup dia ini, masih bernafas dia. Tangan sama kakinya diikat ini, ada yang kenal,” tanya seorang warga di lokasi kejadian.

Seorang warga lain sempat kesal karena temuan ini hanya jadi tontotan sebagian warga lainnya. Pria bertubuh gempal itu mengajak yang lainnya mengevakusi korban ke rumah sakit.

“Kalau masih hidup ya angkat lah, bawa ke rumah sakit. Jangan tunggu polisi, angkat terus, jadi mati nanti. Ayo kita angkat, masih hidup, angkat saja bawa rumah sakit, foto dulu, kan saksi banyak. Biar aku yang menghadapi polres kalau apa-apa,” pekiknya.

“Angkat sekarang, bawa aja bawa aja. Nyawa manusia ini. Kita banyak saksi,” timpalnya lagi.

Tak lama, lima orang pria turun ke bawah parit perlahan membuka simpul-simpul tali, untuk mengevakusi korban. Selanjutnya pria malang ini diangkat bersama-sama.

Saat itu, kondisi korban begitu lemas, hanya sedikit bisa bergerak. Warga sepakat, pria ini dibawa mengendarai mobil pickup menuju rumah sakit Putri Bidadari.

Kapolsek Hinai, AKP H Sihotang, membenarkan adanya temuan kejadian ini. Namun petugas belum mendapatkan informasi identitas, alamat, korban dan kronologi kejadian.

“Kami masih cari identitas dan alamatnya, belum bisa ngomong dia. Ditanya nama pertama dibilang Suwito, terus ditanya lagi beda lagi jawabannya, Sugimin. dia masih sengok mungkin, dugaaan dibius ada. Kami cek KTP elektroniknya Suwito warga Pangkapan Brandan,” kata Kapolsek.

Dijelaskannya, Suwito diduga korban rampok. Pengakuan korban dompet berisi uang dirampok, namun korban masih lupa membawa handphone atau tidak. Korban diketahui bekerja membawa becak barang bermuatan minyak.

“Tidak ada luka-luka bekas kekerasan di tubuhnya. Anggota masih ke lapangan cari informasi dan pelaku. Ini perampokan, udah dirampok dia diikat dan dibuang ke parit. Nanti ada kelanjutan saya kabari lagi bro,” pungkasnya.(trm/ala)